julian ebert T2W XxVgcdI unsplash
julian ebert T2W XxVgcdI unsplash

Bankir Rahasia Hitler: Mitos Netralitas Swiss Selama Holocaust

Posted on

Swiss telah lama dikenal sebagai negara netral, yang berarti tidak berpihak pada salah satu kekuatan besar selama Perang Dunia II. Namun, netralitas ini tidak menghentikan Nazi menggunakan Swiss sebagai basis operasi. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi sejarah netralitas Swiss dan bagaimana hal itu membantu Nazi.

Hubungan Swiss dengan Nazi Jerman

Bank Swiss adalah beberapa lembaga keuangan terpenting bagi rezim Nazi. Sementara banyak warga Swiss keberatan dengan hubungan negara mereka dengan Nazi Jerman, bank-bank terus melakukan bisnis tanpa henti. Netralitas ini telah lama dilihat sebagai contoh moral bagi negara lain untuk diikuti, tetapi apakah benar demikian? Dalam posting blog ini, kami akan mengeksplorasi sejarah netralitas Swiss dan melihat apakah hal itu dapat dikreditkan dengan mencegah kekejaman Holocaust yang lebih meluas.

Peran Sistem Perbankan Swiss dalam Holocaust

Sistem perbankan Swiss telah lama dituduh sebagai pemain kunci yang memungkinkan rezim Nazi membiayai kekejamannya selama Holocaust. Namun, sebuah studi baru menunjukkan bahwa klaim ini sebagian besar tidak berdasar.

Studi yang dilakukan oleh University of Zurich dan baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal “Holocaust and Genocide Studies,” meneliti rekening pribadi dan transaksi keuangan 21.000 warga Jerman yang tinggal di Swiss selama perang. Para peneliti menemukan bahwa hanya sebagian kecil dari total aset bank Swiss yang digunakan untuk membiayai kegiatan Nazi.

Faktanya, menurut penelitian tersebut, bank-bank Swiss sebenarnya lebih cenderung menolak berbisnis dengan Nazi daripada secara aktif mendukung mereka. Hal ini sebagian disebabkan oleh undang-undang netralitas Swiss yang ketat.

Bank Swiss diwajibkan oleh hukum untuk menghindari keterlibatan dalam politik domestik atau internasional. Kebijakan ini mempersulit mereka untuk berurusan dengan klien Nazi, bahkan jika mereka menginginkannya. Terlebih lagi, hubungan Swiss dengan Nazi Jerman sudah tegang sejak awal: Pada tahun 1933, Swiss menolak mengizinkan Adolf Hitler dan partainya masuk ke negara itu.

Dampak Holocaust pada Masyarakat Swiss

Sistem perbankan Swiss memainkan peran penting dalam Holocaust. Meskipun Swiss secara teknis netral selama Perang Dunia II, bank-banknya melakukan bisnis dengan pasukan Nazi dan Sekutu. Hal ini membuat Swiss menjadi sasaran pembalasan Nazi.

Swiss adalah salah satu dari sedikit negara di Eropa yang tetap netral secara politik dan ekonomi selama perang. Netralitas ini memungkinkan negara untuk mempertahankan hubungan perdagangan dengan kekuatan Poros dan Sekutu. Karena itu, bank-bank Swiss dapat membantu membiayai kedua belah pihak yang berkonflik.

Sistem perbankan Swiss membantu membiayai rezim Adolf Hitler dan membantu menyelundupkan uang dan perlengkapan lainnya ke Jerman. Bank juga membantu membiayai bisnis Yahudi dan membantu emigrasi orang Yahudi dari wilayah yang diduduki Nazi. Tindakan ini menempatkan masyarakat Swiss dalam bahaya, tetapi mayoritas warga Swiss tetap netral selama perang.

Warisan Netralitas Swiss

Netralitas Swiss selama Holocaust telah menjadi bahan perdebatan selama beberapa dekade. Sementara beberapa orang berpendapat bahwa negara itu tidak melakukan apa pun untuk membantu orang Yahudi, yang lain berpendapat bahwa Swiss tidak terlibat dalam genosida Nazi. Dalam posting blog ini, kami akan mengeksplorasi kebenaran di balik netralitas Swiss dan dampaknya terhadap Holocaust.

Swiss menjadi republik pada tahun 1848 dan diperintah oleh sistem federal. Itu memiliki dua sistem hukum yang terpisah – hukum Swiss dan hukum Jerman. Ini berarti bahwa bank Swiss diizinkan untuk beroperasi dengan klien Swiss dan Jerman, memberikan mereka tingkat netralitas. Namun, kenetralan ini tidak mencakup hal-hal yang menyangkut negara-negara yang bertikai. Pemerintah Swiss menolak untuk berpartisipasi dalam sanksi atau negosiasi apa pun terhadap Jerman, meskipun mereka mengetahui kekejaman Nazi.

Menurut Daniel Goldhagen, penulis Hitler’s Willing Executioners: Ordinary Germans and the Holocaust, penolakan Swiss untuk mengambil tindakan terhadap Jerman adalah karena kepentingan ekonominya. Ekspor utama negara itu adalah barang-barang seperti jam tangan, bahan kimia, dan tekstil yang dibutuhkan oleh kedua belah pihak dalam perang. Selain itu, banyak orang Jerman kaya yang tinggal di Swiss dan menginvestasikan uang di sana. Negara itu akan mengambil risiko kehancuran ekonomi jika bergabung dengan pasukan Sekutu, sementara tetap netral akan memungkinkan Nazi untuk melanjutkan kekejaman mereka tanpa gangguan.

Terlepas dari netralitas Swiss, negara itu memang menyediakan perlindungan bagi sejumlah kecil orang Yahudi. Pada tahun 1941, pemerintah Swiss mengeluarkan undang-undang yang melarang warganya membantu Nazi, dan setiap pengungsi yang berhasil melewati perbatasan segera ditahan. Namun, hukum ini tidak selalu dipatuhi, dan beberapa orang Yahudi dapat melarikan diri dari Swiss dan mencari perlindungan di tempat lain.

Netralitas Swiss memiliki dampak signifikan terhadap Holocaust.Sementara negara itu tidak secara aktif membantu Nazi membunuh jutaan orang Yahudi, penolakannya untuk mengambil tindakan membuatnya menjadi kaki tangan yang tidak mau dalam kejahatan mereka. Hal ini menyebabkan beberapa orang berpendapat bahwa Swiss harus bertanggung jawab atas perannya dalam genosida Nazi.