dave hoefler frmovOarYdE unsplash
dave hoefler frmovOarYdE unsplash

Langkah Mudah Memahami JSON Web Token (JWT)

Posted on

Token Web JSON (JWT) adalah cara populer untuk mewakili dan bertukar klaim antara dua pihak. Dengan JWT, Anda dapat dengan mudah membuat token aman yang mewakili identitas pengguna, hak klaim, atau informasi lainnya. Dalam artikel ini, kami akan memandu Anda melalui dasar-dasar JWT dan menunjukkan cara membuat dan menggunakannya di aplikasi web Anda.

Apa itu Token Web JSON?

JSON Web Token adalah jenis token yang digunakan untuk mewakili pesan individual. Ini diformat sebagai string byte dan dapat digunakan untuk mewakili klaim pada sumber daya.

Token Web JSON dibuat sebagai cara untuk mengirimkan informasi antar pihak dengan aman. Mereka biasanya digunakan dalam aplikasi web untuk mewakili identitas pengguna, misalnya. Token Web JSON juga dapat digunakan untuk membuat klaim tentang pengguna, seperti nama atau alamat email mereka.

Untuk membuat JSON Web Token, Anda harus membuat instance kelas JWT terlebih dahulu. Kelas ini berisi metode yang memungkinkan Anda untuk menyandikan dan mendekode token. Anda kemudian dapat menggunakan token ini untuk mewakili pesan antar pihak.

Misalnya, Anda ingin membuat token yang mewakili nama pengguna. Anda pertama-tama akan menggunakan metode encode() untuk mengkodekan string “John” ke dalam array byte. Anda kemudian akan menggunakan instance JWT untuk membuat klaim yang mewakili “John”. Klaim akan terlihat seperti ini:

{“nama”:”John”}

Anda kemudian dapat menggunakan klaim ini untuk mengidentifikasi pengguna dalam interaksi berikutnya dengan aplikasi Anda. Misalnya, jika Anda ingin memverifikasi bahwa John telah masuk, Anda dapat menggunakan metode getClaim() pada instance JWT untuk mengambil klaim. Ini akan mengembalikan nilai “nama”, yang dapat Anda gunakan untuk memverifikasi bahwa John telah masuk.

Apa keuntungan menggunakan JWT?

JSON Web Tokens (JWT) adalah cara aman untuk merepresentasikan data yang dapat diakses oleh aplikasi dan perangkat web. Mereka menawarkan sejumlah manfaat, termasuk kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengautentikasi pengguna, dukungan untuk fitur keamanan dan privasi, dan kemampuan untuk mengelola proses autentikasi dan otorisasi.

Token JWT terdiri dari tiga bagian: header, payload, dan signature. Header berisi informasi tentang token, seperti penerbitnya, tanggal kedaluwarsa, dan jenisnya. Payload adalah data aktual yang direpresentasikan. Tanda tangan digunakan untuk memverifikasi bahwa muatan belum dirusak.

Saat pengguna mengakses aplikasi atau perangkat menggunakan token JWT, token tersebut secara otomatis divalidasi. Jika token valid, aplikasi atau perangkat dapat mengakses data yang terdapat dalam payload. JWT juga dapat digunakan untuk membatasi akses ke bagian tertentu dari aplikasi atau perangkat. Misalnya, Anda mungkin ingin membatasi akses ke halaman tertentu untuk pengguna yang telah diautentikasi dengan JWT.

Bagaimana cara membuat JWT?

JSON Web Tokens (JWT) adalah jenis token yang dapat digunakan untuk mewakili klaim pada suatu entitas. Mereka sering digunakan untuk mengamankan akses ke sumber daya atau untuk mengidentifikasi dan mengotentikasi pengguna.

Untuk membuat JWT, Anda harus membuat objek JSON terlebih dahulu. Objek ini harus berisi tiga properti: nama, klaim, dan kunci penandatanganan. Properti nama harus berupa string yang unik di semua JWT dalam aplikasi. Properti klaim harus berisi pernyataan tentang entitas yang diwakili oleh token. Pernyataan ini dapat berupa apa saja yang Anda inginkan, tetapi biasanya berupa nilai yang disimpan dalam database atau sumber daya eksternal lainnya. Properti penandatangananKey digunakan untuk memverifikasi keaslian JWT. Ini biasanya string yang unik di semua JWT dalam suatu aplikasi.

Setelah membuat objek JSON, Anda dapat membuat JWT yang ditandatangani menggunakan perintah jwt sign dari Java SDK. Perintah ini mengambil objek JSON Anda sebagai input dan membuat JWT yang ditandatangani yang berisi tanda tangan dari objek yang ditentukan. Anda kemudian dapat menggunakan JWT yang ditandatangani ini untuk mengakses sumber daya yang dilindungi oleh JWT di aplikasi Anda.

Bagaimana cara menggunakan JWT?

JSON Web Tokens (JWT) adalah jenis token khusus yang dapat digunakan untuk bertukar informasi secara aman antara dua pihak.

Untuk menggunakan JWT, Anda harus membuat objek JSON terlebih dahulu. Objek JSON ini harus memiliki tiga properti: penerbit, muatan, dan tanda tangan. Properti penerbit adalah entitas yang menciptakan JWT. Properti payload berisi data yang ingin Anda tukarkan antara kedua pihak. Properti tanda tangan berisi informasi kriptografi yang membuktikan bahwa data dalam payload adalah asli.

Selanjutnya, Anda perlu membuat set klaim JWT. Kumpulan klaim hanyalah kumpulan klaim yang ingin Anda gunakan dengan JWT Anda. Klaim dalam set klaim dapat mencakup hal-hal seperti nama dan usia. Anda dapat menambahkan klaim sebanyak yang Anda inginkan ke set klaim Anda.

Terakhir, Anda perlu membuat header token JWT dan badan token. Header token berisi informasi tentang JWT, seperti tanggal kedaluwarsa dan masa berlakunya. Badan token berisi data yang ingin Anda tukarkan antara kedua pihak.

Setelah Anda memiliki semua bagian ini, Anda dapat mengirim JWT melalui permintaan HTTP ke pihak lain. Pihak lain kemudian akan memeriksa validitas JWT dan dapat menggunakan klaim dalam set klaim untuk menentukan apakah data dalam payload dapat dipercaya atau tidak.

Kesimpulan

JSON Web Tokens (JWT) adalah cara yang ampuh untuk membuat dan mengamankan token yang dapat digunakan dalam aplikasi web. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi apa itu JWT, cara kerjanya, dan memberi Anda lima langkah mudah untuk mulai menggunakannya di aplikasi web Anda sendiri. Jika Anda mencari penjelasan yang lebih mendalam tentang konsep JWT, saya sarankan untuk memeriksa posting blog kami tentang masalah ini. Terima kasih sudah membaca!