matthew smith Rfflri94rs8 unsplash
matthew smith Rfflri94rs8 unsplash

Kapal perang paling kuat teratas dari Perang Dunia Kedua

Posted on

Perang Dunia Kedua adalah masa perubahan besar dan kekacauan bagi dunia. Perang berkecamuk di semua lini dan teknologi maju dengan cepat. Di antara senjata paling kuat dalam perang ini adalah kapal perang. Kapal-kapal ini sangat besar, dipersenjatai dengan senjata besar dan mampu menenggelamkan seluruh armada dengan satu tembakan. Pelajari tentang lima kapal perang teratas dari Perang Dunia Kedua di artikel ini.

Pertempuran Atlantik

Pertempuran Atlantik adalah kampanye perang angkatan laut yang terjadi di Samudra Atlantik Utara selama Perang Dunia II antara Sekutu dan Jerman. Pertempuran itu terjadi dari tahun 1939 hingga 1945 dan melibatkan ratusan kapal dan jutaan orang. Perjuangan untuk menguasai jalur pelayaran antara Inggris dan Amerika Utara sangat penting untuk upaya perang, seperti memenangkan kendali gelombang udara di Eropa yang akan memungkinkan pembom Sekutu untuk menyerang sasaran Jerman.

Perang di Atlantik dimulai dengan invasi Jerman ke Polandia pada September 1939. Inggris menanggapinya dengan menyatakan perang terhadap Jerman dua hari kemudian. Angkatan Laut Kerajaan sangat tidak siap untuk konflik di laut dan dengan cepat menemukan dirinya dalam posisi yang kurang menguntungkan. Jerman telah mengembangkan kapal jenis baru yang kuat, U-boat, yang dapat bertahan di bawah air selama berminggu-minggu dan menyerang kapal dagang tanpa terdeteksi. Antara tahun 1939 dan 1941, U-boat Jerman menenggelamkan lebih dari 1.000 kapal Inggris dengan kerugian total lebih dari 300.000 ton barang.

Pada awal 1941, Sekutu meluncurkan kampanye pengeboman strategis terhadap Jerman yang dikenal sebagai ‘The Blitz’. Kampanye ini dirancang untuk mematahkan moral di antara orang-orang Jerman dan merusak target industri utama. Pada Mei 1942, pengebom Inggris telah menghancurkan banyak industri pesawat terbang Jerman dan angkatan laut Sekutu mulai membuat kemajuan dalam pertempuran Atlantik.

Pada tahun 1943, pasukan Sekutu mendarat di tanah Prancis dan memulai kampanye ‘Operasi Overlord’, yang bertujuan untuk merebut posisi kunci Jerman di sepanjang pantai Normandia. Kampanye ini akhirnya mengarah pada pembebasan Eropa Barat dan mengakhiri perang di Eropa. Pada tahun 1945, pasukan Sekutu melancarkan serangan ke benteng Jepang di Samudra Pasifik, yang berpuncak pada pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki. Hal ini menyebabkan Jepang menyerah dan mengakhiri Perang Dunia II.

Pertempuran Teluk Leyte

Perang Dunia Kedua adalah perjuangan besar yang mengadu kekuatan pasukan Sekutu melawan kekuatan Nazi Jerman dan sekutunya. Dalam Pertempuran Teluk Leyte, Angkatan Laut Amerika Serikat menghadapi kekuatan gabungan kapal perang Jepang, termasuk dua kapal perang paling kuat di gudang senjata Jepang, Yamato dan Musashi. Hasil dari pertempuran ini akan berdampak besar pada jalannya perang, dan pada akhirnya akan mempercepat kekalahan Jepang.

Pertempuran dimulai pada 25 Oktober 1944, ketika pembom Amerika menyerang pangkalan angkatan laut Jepang di Pulau Leyte di Filipina. Serangan itu merupakan bagian dari Operation Downfall, rencana Franklin Roosevelt untuk menyerang Jepang dan mengakhiri Perang Dunia II. Jepang merespon dengan mengirimkan kekuatan besar untuk mencegat penjajah.

Angkatan Laut Jepang sebagian besar terdiri dari kapal perang dan pesawat yang sudah ketinggalan zaman. Amerika, di sisi lain, memiliki akses ke teknologi mutakhir. Keuntungan Amerika dalam jumlah juga terlihat pada kapal mereka: jumlah kapal di armada Jepang tiga kali lebih banyak daripada armada Amerika. Perbedaan ini paling jelas dalam hal daya tembak: sementara kedua belah pihak memiliki kapal perang yang kuat, kapal Amerika memiliki senjata yang jauh lebih kuat.

Pertempuran dimulai pada 25 Oktober 1944, ketika pembom Amerika menyerang pangkalan angkatan laut Jepang di Pulau Leyte di Filipina. Serangan itu merupakan bagian dari Operation Downfall, rencana Franklin Roosevelt untuk menyerang Jepang dan mengakhiri Perang Dunia II.

Jepang merespon dengan mengirimkan kekuatan besar untuk mencegat penjajah. Angkatan Laut Jepang sebagian besar terdiri dari kapal perang dan pesawat yang sudah ketinggalan zaman. Amerika, di sisi lain, memiliki akses ke teknologi mutakhir. Perbedaan ini paling jelas dalam hal daya tembak: sementara kedua belah pihak memiliki kapal perang yang kuat, kapal Amerika memiliki senjata yang jauh lebih kuat.

Pertempuran besar pertama terjadi pada 25 Oktober, ketika Yamato dan Musashi melawan kapal perang Amerika Alabama. Kedua kapal saling menembakkan selebaran selama hampir satu jam, dengan tidak ada pihak yang mengalami kerusakan berarti. Alabama akhirnya mundur di bawah tembakan keras, yang mengarah pada tuduhan bahwa Amerika pengecut karena mundur di bawah tembakan.

Pertempuran berlanjut pada tanggal 26 Oktober, ketika armada Jepang menyerang USS Arizona. Arizona berjuang dengan gagah berani melawan peluang yang luar biasa tetapi akhirnya tenggelam setelah menerima beberapa pukulan dari baterai utama Musashi. Pertempuran ini merupakan kerugian tunggal terbesar dari kehidupan Amerika dalam perang hingga saat ini.

Pertempuran berlanjut pada 27 Oktober, ketika armada Jepang menyerang USS Franklin. Franklin mampu bertahan melawan kapal-kapal Jepang tetapi akhirnya tenggelam setelah menerima beberapa pukulan dari baterai utama Musashi.

Pada 28 Oktober, pasukan Amerika telah didorong kembali ke Pulau Leyte. Mereka sekarang berada dalam situasi putus asa: jika Jepang berhasil mendaratkan pasukan di Leyte, akan mudah bagi mereka untuk bergerak ke Manila yang berdekatan dan merebut ibu kota Filipina.

Amerika mencoba upaya terakhir yang berani untuk menghentikan invasi Jepang dengan meluncurkan serangan udara besar-besaran di pulau itu. Namun, upaya ini tidak berhasil: sementara beberapa pesawat berhasil mengenai target mereka, sebagian besar ditembak jatuh oleh pertahanan Jepang. Pada akhirnya, Leyte jatuh ke tangan Jepang dan mereka mampu mendaratkan pasukan di sana tanpa perlawanan berarti. Ini membuka jalan bagi kemenangan akhirnya Jepang dalam perang.

Pertempuran Okinawa

Pertempuran Okinawa terjadi dari 1 April hingga 22 Juni 1945, selama Perang Dunia II. Pertempuran tersebut adalah salah satu yang paling berdarah dalam sejarah peperangan, dengan lebih dari 100.000 korban dilaporkan di kedua belah pihak. Pertempuran itu terjadi di serangkaian pulau kecil di rantai Ryukyu, sekitar 1.500 mil selatan Jepang.

Pasukan Jepang dipimpin oleh Jenderal Mitsuru Ushijima dan terdiri dari sembilan kapal perang besar dan tiga belas kapal penjelajah dan kapal perusak yang lebih kecil. Pasukan Amerika dipimpin oleh Laksamana Chester W. Nimitz dan terdiri dari lebih dari tiga puluh kapal, termasuk sepuluh kapal perang besar dan tujuh belas kapal kecil.

Pertempuran dimulai dengan kampanye pengeboman angkatan laut pada 1 April yang berlangsung selama tiga hari. Armada Jepang kemudian berusaha menerobos blokade Amerika dan terlibat dalam pertempuran langsung. Namun, kapal-kapal Amerika terbukti jauh lebih kuat dan setelah dua minggu pertempuran sengit, Jepang terpaksa mundur kembali ke pulau asal mereka. Pertempuran Okinawa adalah salah satu titik balik Perang Dunia II dan dianggap sebagai salah satu pertempuran laut terpenting dalam sejarah.

Pertempuran Iwo Jima

Pertempuran Iwo Jima terjadi dari 19 Februari hingga 6 Maret 1945, di pulau Iwo Jima di Samudra Pasifik. Pertempuran ini dianggap sebagai salah satu pertempuran paling penting dan menentukan dalam Perang Dunia II. Korps Marinir AS mendarat di Iwo Jima pada 19 Februari 1945, dan berhasil mempertahankan pulau itu dari serangan balik Jepang hingga 6 Maret, ketika mereka akhirnya dipaksa untuk menyerah. Pertempuran ini menandai pertama kalinya pasukan Amerika menginvasi Jepang dan juga merupakan langkah besar dalam kemenangan Sekutu atas Jepang.
Pertempuran berlangsung selama enam minggu dan menelan lebih dari 5000 korban AS dan hampir 9000 korban Jepang. Angkatan Laut AS kehilangan 27 kapal sementara Angkatan Laut Kekaisaran Jepang kehilangan 17 kapal selama pertempuran.

Pertempuran Midway

Pertempuran Midway adalah salah satu pertempuran paling penting dan menentukan dalam Perang Dunia II. Itu terjadi di Samudra Pasifik dan melihat Angkatan Laut Amerika Serikat mengalahkan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang, yang telah berencana untuk menyerang Amerika. Pertempuran ini juga dianggap sebagai titik balik dalam perang, karena menunjukkan bahwa Amerika masih bisa melawan Jepang, meskipun kalah telak di Pearl Harbor.

Pertempuran dimulai pada tanggal 4 Juni 1942, ketika kapal induk Amerika melancarkan serangan mendadak terhadap armada Jepang yang ditempatkan di Pulau Midway. Dalam dua hari, Amerika telah menenggelamkan empat dari delapan kapal perang Jepang dan melumpuhkan beberapa lagi. Kapal-kapal yang tersisa terpaksa mundur dari pertempuran, membuat Jepang kehilangan kekuatan tempur mereka yang paling kuat. Kemenangan ini membantu mengubah gelombang perang yang menguntungkan Amerika.

Pertempuran Midway adalah momen penting dalam Perang Dunia II dan menunjukkan bahwa Amerika masih bisa melawan Jepang bahkan setelah kekalahannya yang menghancurkan di Pearl Harbor.

Pertempuran Front Timur

Perang Dunia Kedua adalah masa perjuangan dan perubahan besar. Konflik antara kekuatan Sekutu dan Poros berkecamuk selama bertahun-tahun, dengan pertempuran yang terjadi di seluruh dunia. Salah satu medan pertempuran terpenting adalah Eropa, di mana puluhan kapal perang besar digunakan untuk menentukan nasib dunia. Berikut adalah lima kapal perang paling kuat dari Perang Dunia II.

  1. USS Franklin (CV-13)

USS Franklin adalah salah satu kapal perang paling ikonik Amerika selama Perang Dunia II. Dia memainkan peran utama dalam beberapa pertempuran penting, termasuk Pertempuran Okinawa dan Pertempuran Iwo Jima. Daya tembaknya tak tertandingi, menjadikannya lawan yang mematikan bagi kapal musuh mana pun. Franklin juga salah satu dari sedikit kapal yang selamat dari beberapa pertempuran melawan pasukan Jepang. Setelah perang, ia menjabat sebagai kapal museum sebelum dinonaktifkan pada tahun 1970.

  1. HMS Iron Duke (Duke of York)

HMS Iron Duke adalah salah satu kapal perang Inggris yang paling kuat selama Perang Dunia II. Dia berpartisipasi dalam banyak pertempuran penting, termasuk Operation Overlord dan Operation Neptune’s Spear. Daya tembaknya sangat legendaris, dan armornya hampir tidak bisa ditembus. Bahkan setelah puluhan tahun bertugas, Iron Duke masih dianggap sebagai salah satu kapal perang terpenting Inggris. Dia dinonaktifkan pada tahun 1968 dan sekarang menjadi kapal museum.

  1. USS Missouri (BB-63)

USS Missouri adalah salah satu kapal perang terbesar dan terkuat yang pernah dibuat. Dia berpartisipasi dalam beberapa pertempuran penting, termasuk Pertempuran Okinawa dan Pertempuran Iwo Jima. Daya tembaknya tidak tertandingi, dan armornya hampir tidak bisa ditembus. Missouri juga merupakan salah satu dari sedikit kapal yang selamat dari beberapa pertempuran melawan pasukan Jepang. Setelah perang, ia menjabat sebagai kapal museum sebelum dinonaktifkan pada tahun 1970.

  1. HMS Prince of Wales (Duke of York)

HMS Prince of Wales adalah salah satu kapal perang terpenting Inggris selama Perang Dunia II. Dia berpartisipasi dalam banyak pertempuran penting, termasuk Operation Overlord dan Operation Neptune’s Spear. Daya tembaknya sangat legendaris, dan armornya hampir tidak bisa ditembus. Bahkan setelah puluhan tahun bertugas, Prince of Wales masih dianggap sebagai salah satu kapal perang terpenting Inggris. Dia dinonaktifkan pada tahun 1968 dan sekarang menjadi kapal museum.

  1. Royal Navy HMS Belfast (LPD-19)

HMS Belfast adalah salah satu kapal perang terpenting Inggris selama Perang Dunia II. Dia berpartisipasi dalam banyak pertempuran penting, termasuk Pertempuran Normandia dan Pertempuran Atlantik. Daya tembaknya tidak tertandingi, dan armornya hampir tidak bisa ditembus. Belfast juga merupakan salah satu dari sedikit kapal yang selamat dari beberapa pertempuran melawan pasukan Jepang. Setelah perang, ia menjabat sebagai kapal museum sebelum dinonaktifkan pada tahun 1995.

Kesimpulan

Perang Dunia Kedua adalah masa perubahan besar bagi dunia. Dengan teknologi berkembang pesat dan senjata baru sedang dikembangkan, perang melihat beberapa kapal perang paling kuat yang pernah dibangun turun ke laut. Pada artikel ini, kita akan melihat sepuluh kapal perang ini dan membahas pentingnya mereka selama perang. Dari armada Angkatan Laut Kerajaan Inggris hingga USS Missouri yang perkasa di Amerika, baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang kapal-kapal menakjubkan ini.