irfan maulidi bHEcos0iSRc unsplash
irfan maulidi bHEcos0iSRc unsplash

Pemegang Saham dan Manajemen: Kebijakan Dividen

Posted on

Untuk memastikan pengembalian investasi (ROI) yang sehat bagi pemegang saham, banyak perusahaan mengadopsi kebijakan dividen. Dividen adalah pembagian uang tunai atau manfaat lain kepada pemegang saham dari keuntungan perusahaan. Tingkat pembayaran dividen sangat bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain, tetapi kebanyakan biasanya membayar antara 50% dan 75% dari laba bersih setiap tahun.

Ringkasan

Pemegang saham dan manajemen menghadapi tindakan penyeimbangan yang rumit dalam hal pembagian dividen. Di satu sisi, pemegang saham ingin melihat pengembalian investasi mereka, dan manajer memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa perusahaan itu menguntungkan. Di sisi lain, beberapa pemegang saham mungkin tidak senang jika perusahaan mendistribusikan terlalu banyak uang tunai terlalu cepat, yang menyebabkan penurunan harga saham.

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pembagian dividen. Salah satu pertimbangan penting adalah berapa banyak modal yang dimiliki perusahaan untuk didistribusikan. Lain adalah seberapa baik kinerja perusahaan relatif terhadap rekan-rekannya. Akhirnya, manajemen harus mempertimbangkan kepentingan semua pemegang saham ketika membuat keputusan tentang pembagian dividen.

Bagaimana Dividen Ditentukan

Kebijakan dividen perusahaan adalah salah satu keputusan terpenting yang dapat dibuat oleh pemegang saham. Penentuan dividen merupakan proses kompleks yang memperhitungkan banyak faktor, termasuk kondisi keuangan perusahaan, kinerja historis, dan prospek masa depan. Berikut adalah beberapa langkah kunci dalam penentuan dividen:

  1. Menganalisis arus kas dan profitabilitas perusahaan.
  2. Mengevaluasi posisi kompetitif perusahaan.
  3. Pertimbangkan rasio pembayaran perusahaan (dividen dibayarkan sebagai persentase dari pendapatan).
  4. Mempertimbangkan harga saham dan struktur modal perusahaan.

Jenis Kebijakan Dividen

Kebijakan dividen dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis utama:

1) Kebijakan dividen kumulatif: Sebuah perusahaan menerbitkan sejumlah saham tetap setiap tahun, terlepas dari berapa banyak keuntungan yang dihasilkannya. Dividen dibayarkan bersamaan dengan penerbitan saham. Jenis ini biasanya disediakan untuk perusahaan kecil dengan keuntungan sederhana.

2) Kebijakan rasio pembayaran: Perusahaan memutuskan berapa banyak keuntungan yang akan dibayarkan sebagai dividen, berdasarkan rasio pembayaran yang telah ditentukan. Jika perusahaan menghasilkan lebih banyak uang daripada yang direncanakan, ia akan menyimpan lebih banyak uang ekstra itu untuk dirinya sendiri, dan membayar lebih sedikit dividen; jika perusahaan menghasilkan lebih sedikit uang, ia akan membayar lebih banyak dividen dan mengurangi persediaan kasnya.

3) Kebijakan reinvestasi dividen: Sebuah perusahaan memutuskan berapa banyak keuntungan yang akan ditanamkan kembali ke dalam sahamnya (dividen), berdasarkan tingkat reinvestasi yang telah ditentukan. Kebijakan ini memberi para pemegang saham infus uang tunai secara teratur sambil juga membantu mengembangkan perusahaan dari waktu ke waktu.

Tingkat Dividen Tahunan

Tingkat dividen tahunan adalah inti dari diskusi pemegang saham dan manajemen. Tujuan dari kebijakan dividen perusahaan adalah untuk memastikan bahwa pemegang saham menerima pengembalian investasi yang berkelanjutan, sementara juga meminimalkan risiko yang terkait dengan pembayaran dividen.

Ada sejumlah faktor yang perlu dipertimbangkan ketika menetapkan kebijakan dividen, termasuk kesehatan keuangan perusahaan, rasio pembayarannya (persentase pendapatan yang dibayarkan dalam dividen), dan riwayat pembayaran dividennya. Beberapa perusahaan juga membayar dividen khusus, seperti pembayaran satu kali atau pembelian kembali saham.

Secara keseluruhan, kebijakan dividen harus dirancang untuk memastikan bahwa pemegang saham menerima pengembalian yang konsisten dan dapat diprediksi atas investasi mereka, sementara juga mengurangi risiko yang terkait dengan pembayaran dividen.

Ketika Perusahaan Menaikkan Tingkat Dividen

Banyak pemegang saham tertarik dengan kebijakan dividen perusahaan karena dapat berdampak pada pengembalian investasi (ROI) mereka secara keseluruhan. Dividen adalah bentuk pendapatan yang dibayarkan perusahaan kepada pemegang sahamnya. Jumlah pembayaran dividen didasarkan pada berapa banyak uang yang tersisa perusahaan setelah pengeluaran, seperti pajak dan investasi modal. Ketika sebuah perusahaan meningkatkan tingkat pembayaran dividennya, ia memberi tahu pemegang saham bahwa ia yakin aset yang ada cukup untuk menutupi pengeluaran di masa depan. Ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan pemegang saham dan menarik investor baru.

Ketika sebuah perusahaan memutuskan untuk meningkatkan tingkat pembayaran dividennya, biasanya mengumumkan perubahan ini dalam rilis pendapatan atau siaran pers. Para pemegang saham akan ingin memperhatikan pengumuman ini untuk mendapatkan informasi yang paling akurat tentang kesehatan keuangan perusahaan. Penting juga bagi pemegang saham untuk tetap mengetahui setiap perubahan pada tingkat pembayaran dividen karena hal itu dapat memengaruhi pengembalian mereka.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keputusan perusahaan untuk meningkatkan tingkat pembayaran dividen antara lain: 1) seberapa menguntungkan perusahaan saat ini; 2) berapa banyak uang yang dimiliki perusahaan untuk membayar dividen; dan 3) seberapa baik kinerja perusahaan dibandingkan dengan rekan-rekannya. Perusahaan juga dapat memilih untuk tidak menaikkan tingkat pembayaran dividen mereka jika mereka yakin bahwa hal itu akan berdampak negatif pada harga saham mereka.

Ketika Perusahaan Menurunkan Tingkat Dividen

Ketika sebuah perusahaan menurunkan tingkat dividennya, biasanya dilakukan sebagai reaksi terhadap perubahan kinerja keuangan perusahaan atau untuk menghemat uang tunai. Penurunan tingkat dividen dapat memiliki sejumlah implikasi signifikan bagi pemegang saham.

Pertama, pengurangan dividen dapat mengurangi total pengembalian investasi pemegang saham. Kedua, dapat mengurangi jumlah kas yang tersedia untuk penggunaan lain, seperti berinvestasi dalam pertumbuhan masa depan perusahaan atau membayar utang. Akhirnya, hal itu dapat mengakibatkan peningkatan volatilitas harga saham dan berkurangnya kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

Untuk membuat keputusan yang tepat tentang apakah akan menjual saham perusahaan yang sedang mempertimbangkan pengurangan dividen atau tidak, pemegang saham harus dengan hati-hati meninjau kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan dan strateginya untuk mengembalikan modal kepada pemegang saham.

Cara Meminta Pembayaran Dividen

Jika Anda adalah pemegang saham suatu perusahaan, salah satu hal yang mungkin ingin Anda lakukan adalah meminta pembayaran dividen. Ini penting karena menunjukkan kepada perusahaan bahwa Anda mendukung operasinya dan ingin membantu berkontribusi pada kesuksesan jangka panjangnya. Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum meminta pembayaran dividen.

Pertama, pastikan Anda memenuhi syarat untuk mendapatkan dividen. Ini berarti dewan direksi perusahaan telah menetapkan bahwa pembayaran dividen adalah untuk kepentingan terbaik perusahaan.

Kedua, pastikan Anda memahami kebijakan dividen perusahaan. Dokumen ini akan memberi tahu Anda seberapa sering dan berapa banyak perusahaan akan membayar dividen.

Terakhir, ikuti instruksi pada surat formulir perusahaan yang menunjukkan bagaimana Anda harus meminta pembayaran dividen.

Ketika Perusahaan Mengumumkan Dividen Tunai

Keputusan perusahaan untuk mengumumkan dividen tunai sering disambut dengan kegembiraan oleh pemegang saham. Distribusi dana yang diperoleh melalui pembayaran dividen dapat membantu memperkuat posisi keuangan perusahaan, memberikan pendapatan yang bermanfaat bagi pemegang saham, dan merangsang kegiatan ekonomi. Namun, mendeklarasikan dividen tunai tidak selalu merupakan keputusan yang mudah bagi perusahaan dan manajemennya. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, antara lain prospek usaha ke depan dan kondisi keuangan neraca perusahaan.

Berikut ini adalah beberapa pertimbangan utama yang harus dipertimbangkan ketika memutuskan apakah akan membayar dividen tunai atau tidak:

  1. Kondisi Keuangan: Pembayaran dividen memerlukan reinvestasi dana, yang mungkin memerlukan pengurangan peluang investasi atau pengeluaran lain untuk mempertahankan tingkat pengeluaran modal saat ini. Jika perusahaan sedang berjuang secara finansial, mungkin sulit untuk membenarkan melakukan investasi yang signifikan. Sebaliknya, jika perusahaan memiliki sumber daya yang cukup dan dalam kesehatan fiskal yang baik, mungkin dapat membayar lebih banyak dividen tunai tanpa mengganggu kemampuannya untuk mengembangkan bisnisnya atau melakukan investasi di masa depan.
  2. Prospek Pertumbuhan: Pertimbangan utama saat menentukan apakah dividen tunai akan dibagikan atau tidak adalah lintasan pertumbuhan yang diharapkan perusahaan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Jika bisnis berkembang pesat dan peluang reinvestasi potensial berlimpah, mungkin tepat untuk membagikan lebih banyak dividen tunai daripada jika perusahaan mengalami pertumbuhan yang lebih lambat atau penurunan profitabilitas.
  3. Kesehatan Neraca: Faktor lain yang harus dipertimbangkan ketika memutuskan apakah akan membayar dividen tunai atau tidak adalah kesehatan keuangan perusahaan secara keseluruhan. Jika perusahaan menghadapi tingkat utang yang signifikan atau hambatan keuangan lainnya, mungkin tidak mampu membayar dividen tunai dalam jumlah besar. Sebaliknya, jika neraca perusahaan kuat dan tidak ada kekhawatiran segera tentang kemampuannya untuk membayar utang di masa depan, perusahaan mungkin bersedia membagikan lebih banyak dividen tunai.
  4. Implikasi Pajak: Pembayaran dividen dapat menghasilkan penghasilan kena pajak bagi pemegang saham, yang dapat berdampak pada kewajiban pajak mereka secara keseluruhan. Penting untuk berkonsultasi dengan akuntan atau profesional pajak sebelum membuat keputusan mengenai pembayaran dividen tunai.

Secara umum, mengumumkan dividen tunai merupakan keputusan penting yang harus dipertimbangkan dengan cermat berdasarkan sejumlah faktor, termasuk kondisi keuangan perusahaan saat ini dan prospek masa depan, serta kewajiban pajak pemegang saham.

Kesimpulan

Pemegang saham dan manajemen perusahaan memiliki tugas penting kepada pemegang saham mereka – yaitu, untuk memberikan pengembalian finansial dalam bentuk dividen. Tujuan dari dividen ada dua: pertama dan terutama, membayarkan uang kepada pemegang saham sebagai bagian dari kepemilikan saham mereka; kedua, memberikan insentif bagi manajemen untuk memastikan bahwa perusahaan beroperasi secara efisien dan membuat keputusan yang bijaksana yang akan menguntungkan semua pemegang saham.Ada sejumlah faktor yang harus dipertimbangkan manajer saat menetapkan rasio pembayaran – yaitu, berapa banyak laba yang dihasilkan perusahaan relatif terhadap total kewajibannya (termasuk hutang yang belum dibayar). Rasio pembayaran yang lebih besar dari 100% menunjukkan keuntungan berlebihan yang dikembalikan kepada pemegang saham; rasio pembayaran di bawah 50% menandakan kinerja yang buruk oleh manajemen dan mungkin memerlukan peninjauan lebih lanjut. Pada akhirnya, membayar dividen adalah salah satu cara di mana perusahaan dapat menunjukkan komitmen mereka untuk kepentingan pemegang saham.