ana viegas v2FRKO16T0g unsplash
ana viegas v2FRKO16T0g unsplash

Sejarah Singkat Akuaponik

Posted on

Akuaponik adalah bentuk pertanian yang menggunakan ikan dan tanaman untuk menghasilkan makanan. Akuaponik pertama kali dikembangkan pada tahun 1970-an di California, dan sejak itu menjadi populer di banyak bagian dunia. Dalam akuaponik, kotoran ikan (kotoran) digunakan untuk menyuburkan tanaman, dan tanaman menyaring air untuk membersihkannya. Metode pertanian ini semakin populer, karena berkelanjutan dan efisien.

Akuaponik Secara Singkat

Akuaponik adalah cara berkelanjutan untuk menghasilkan makanan yang menggunakan ikan dan air dalam sistem tertutup. Air bersirkulasi di sekitar ikan, memberi mereka oksigen dan nutrisi, sementara limbah dari proses ikan disaring dan dibuang. Metode ini telah digunakan selama berabad-abad di Asia dan dapat ditemukan di banyak negara berkembang di mana akses ke lahan terbatas. Aquaponik baru-baru ini menjadi populer di Amerika Serikat sebagai cara untuk mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil dan memperbaiki lingkungan kita.

Cara Kerja Aquaponik

Akuaponik adalah jenis budidaya yang menggabungkan budidaya ikan dan berkebun hidroponik. Ikan hidup dalam tangki dengan tanaman yang tumbuh di air di atasnya. Ikan mengeluarkan limbah yang menyuburkan tanaman, dan tanaman membersihkan air untuk ikan. Sistem ini swasembada dan menghasilkan makanan tanpa pestisida atau herbisida.

Manfaat Aquaponik

Akuaponik adalah sistem berbasis tanaman berkelanjutan yang menggabungkan akuakultur (budidaya tanaman air) dan hidroponik (budidaya tanaman di air). Aquaponik memiliki banyak manfaat, antara lain:

-Ramah lingkungan: Aquaponik menggunakan lebih sedikit air daripada pertanian tradisional dan menghasilkan lebih sedikit polusi.

-Efisien: Sistem akuaponik menghasilkan lebih banyak makanan per unit lahan daripada pertanian konvensional.

-Ini serbaguna: Akuaponik dapat digunakan untuk menanam berbagai tanaman, termasuk sayuran, buah-buahan, ikan, dan makanan laut.

Keunggulan Akuaponik Dibandingkan Sistem Pertanian Lainnya

Akuaponik adalah bentuk pertanian yang menggunakan ikan dan tumbuhan untuk menciptakan pangan yang berkelanjutan. Sistem akuaponik menggabungkan kebutuhan air tanaman dengan tingkat oksigen yang dibutuhkan oleh ikan, menciptakan sistem mandiri. Manfaat aquaponik dibandingkan pertanian tradisional sangat banyak:

Akuaponik lebih efisien dibandingkan sistem pertanian lainnya karena menggunakan lebih sedikit air. Penggunaan air dalam aquaponik berkurang hingga 80 persen dibandingkan dengan metode pertanian tradisional. Pengurangan penggunaan air ini membantu melestarikan sumber daya dan mengurangi dampak lingkungan.

Akuaponik juga menghasilkan lebih banyak makanan daripada metode pertanian tradisional. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan bahwa sistem aaquaponic dapat menghasilkan makanan sebanyak metode pertanian tradisional sambil menggunakan energi hingga 30 persen lebih sedikit. Ini mengurangi emisi gas rumah kaca dan menghemat uang untuk biaya energi.

Akuaponik berkelanjutan karena menggunakan air daur ulang dan produk limbah dari produksi ikan. Air daur ulang dan produk limbah dari produksi ikan membantu mengurangi dampak air limbah terhadap lingkungan.

Kesimpulan

Akuaponik adalah bentuk pertanian yang relatif baru yang menggabungkan pemanfaatan ikan dan tumbuhan di lingkungan perairan. Manfaat Aquaponik termasuk peningkatan hasil, penurunan penggunaan air, pengurangan penggunaan bahan kimia, dan peningkatan keanekaragaman hayati dalam sistem. Semakin banyak orang mulai belajar tentang Aquaponik sebagai pilihan ramah lingkungan untuk bisnis berbasis pertanian.