sofia wang mBKtIykWu s unsplash
sofia wang mBKtIykWu s unsplash

Tips Bisnis : Menilai insting

Posted on

Anda mendengar banyak orang berbicara tentang bagaimana mereka mengandalkan naluri mereka dalam mengambil keputusan bisnis. Dan sementara itu mungkin menjadi percakapan makan malam yang menarik, apakah itu benar-benar cara terbaik untuk menjalankan bisnis yang sukses? Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi bagaimana terlalu mengandalkan insting sebenarnya dapat menyebabkan kesalahan. Dengan mempelajari berbagai teknik untuk menilai naluri, Anda dapat membuat keputusan bisnis yang lebih baik yang akan membantu Anda mengembangkan perusahaan.

Mengapa naluri penting dalam bisnis

Itu naluriah bagi kita untuk mencari orang lain yang seperti kita. Kami melakukannya dengan teman, keluarga, dan rekan kerja. Kecenderungan alami ini penting untuk kelangsungan hidup kita sebagai makhluk sosial. Tetapi ketika kita mencoba menerapkan naluri yang sama ini dalam urusan bisnis kita, kita sering mengalami masalah.

Prakonsepsi kita tentang orang, produk, dan pasar dapat menyesatkan kita. Misalnya, kita mungkin memutuskan bahwa produk tertentu terlalu mahal atau pasar tertentu terlalu berisiko. Naluri kita mungkin juga memberi tahu kita untuk mengikuti tawaran pertama yang kita terima atau untuk fokus menjual kepada wanita saja.

Tetapi mengandalkan insting kita saja bisa menjadi kesalahan. Jika kita tidak menilai secara kritis asumsi-asumsi ini, pada akhirnya kita bisa membuat keputusan buruk yang merugikan bisnis kita. Berikut adalah empat alasan mengapa insting penting dalam bisnis:

1) Prakonsepsi Dapat Menyakiti Peluang Sukses Kita

Ketika kita mengandalkan naluri kita, kita sering membuat asumsi tentang orang lain, produk, dan pasar berdasarkan apa yang kita ketahui atau anggap biasa atau normal. Tapi terkadang apa yang biasa atau normal sebenarnya salah. Misalnya, banyak pengusaha percaya bahwa memulai perusahaan mereka sendiri adalah proposisi yang berisiko. Namun menurut sebuah studi oleh Forbes, peluang sukses sebagai pemilik usaha kecil sebenarnya jauh lebih tinggi daripada peluang sukses sebagai karyawan di perusahaan besar.

2) Naluri Kita Bisa Membuat Kita Melakukan Kesalahan Yang Berharga

Naluri kita juga bisa membuat kita melakukan kesalahan yang merugikan. Misalnya, kami mungkin memutuskan untuk meluncurkan produk baru sebelum siap atau berinvestasi di pasar yang sudah jenuh. Atau kita mungkin mengeluarkan terlalu banyak uang untuk kampanye pemasaran atau gaji personel.

3) Naluri Kita Dapat Merusak Hubungan Kita

Ketika kita mengandalkan insting kita sendiri, hubungan kita dengan orang lain bisa rusak. Kita mungkin bertindak impulsif atau mengabaikan orang lain secara tidak adil. Dan jika kita sering berbenturan dengan orang lain, akan sulit untuk membangun kemitraan atau jaringan yang kuat.

4) Insting Kita Dapat Membuat Kita Membuat Keputusan yang Buruk Tentang Bisnis dan Pasar

Naluri kita juga dapat menuntun kita untuk membuat keputusan yang buruk tentang bisnis dan pasar. Kami mungkin mencoba memasuki pasar terlalu cepat atau mengenakan biaya terlalu banyak untuk produk kami. Atau kita mungkin mengabaikan peluang untuk memasarkan perusahaan kita dengan cara baru atau untuk menarik pelanggan baru.

Bagaimana mengembangkan insting Anda sendiri

Mengembangkan insting Anda sendiri dapat menjadi aset berharga dalam bisnis. Dengan mengandalkan intuisi Anda, Anda dapat mengambil alih karir Anda sendiri dan mencapai kesuksesan yang tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya. Berikut adalah lima tips untuk membantu Anda mengembangkan naluri Anda:

  1. Sadarilah intuisi Anda. Ketika Anda menyadari intuisi Anda, menjadi lebih mudah untuk mempercayainya. Dengan mengetahui apa yang membuat Anda merasa percaya diri dan bersemangat, Anda dapat memanfaatkan perasaan itu untuk memengaruhi keputusan Anda dalam bisnis.
  2. Terbuka terhadap peluang baru. Saat Anda mendapatkan lebih banyak pengalaman, Anda akan mulai melihat peluang yang mungkin tidak dilihat orang lain. Jangan takut untuk mengambil keuntungan dari peluang ini – mereka bisa membawa kesuksesan besar.
  3. Dengarkan baik-baik umpan balik. Umpan balik adalah bagian penting dari proses pembelajaran – jangan abaikan! Jika seseorang menawarkan kritik yang membangun, luangkan waktu untuk mempertimbangkannya dan menggunakannya untuk meningkatkan keterampilan Anda.
  4. Tetap positif dan optimis. Mungkin mudah untuk berkecil hati ketika segala sesuatunya tidak berjalan seperti yang direncanakan dalam bisnis, tetapi ingatlah bahwa semuanya pada akhirnya akan berhasil jika Anda tetap positif dan optimis. Pertahankan sikap positif bahkan ketika keadaan sulit – sikap itu akan tercermin dalam pekerjaan Anda.
  5. Jangan takut gagal. Kegagalan adalah bagian dari proses pembelajaran – jangan takut untuk menerimanya! Akan sangat membantu untuk mengingat bahwa setiap kesalahan membuat Anda lebih pintar, dan kegagalan itu dapat mengajarkan Anda pelajaran berharga yang akan membantu Anda sukses di masa depan.

Kiat untuk meningkatkan insting Anda

Tidak ada satu cara yang tepat untuk meningkatkan intuisi bisnis Anda, tetapi mengikuti tips ini dapat membantu Anda belajar lebih sering mempercayai dan mengandalkan firasat Anda.

  1. Terbuka untuk ide-ide baru. Untuk lebih memahami intuisi Anda sendiri dan naluri orang lain, penting untuk terbuka terhadap ide-ide baru. Ini berarti bersedia untuk mencoba hal-hal yang berbeda dan tidak takut untuk berubah pikiran jika Anda menemukan bahwa sesuatu tidak berjalan seperti yang Anda harapkan.
  1. Dengarkan usus Anda. Cara terbaik untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam kepala Anda adalah dengan mendengarkan dengan cermat apa yang dikatakan oleh usus Anda. Jika ada sesuatu yang terasa salah atau tidak sesuai dengan apa yang Anda ketahui tentang diri Anda atau bisnis Anda, mungkin itu bukan hal yang benar untuk dilakukan. Percayai naluri Anda dan ikuti mereka.
  2. Tetap fokus pada jangka panjang. Sangat mudah untuk terjebak dalam momen ketika membuat keputusan tentang bisnis Anda, tetapi ingatlah bahwa tujuannya selalu harus kesuksesan jangka panjang perusahaan Anda. Cara yang baik untuk tetap fokus adalah dengan menetapkan tujuan untuk diri sendiri dan memetakan rencana tindakan untuk mencapainya.
  3. Tetap positif. Saat membuat keputusan tentang bisnis Anda, penting untuk tetap positif dan optimis. Jika Anda dapat tetap positif melalui masa-masa sulit, bisnis Anda akan lebih mungkin berhasil.

Kesimpulan

Ketika berbicara tentang bisnis, terkadang kita perlu memercayai naluri kita dan melakukan apa yang terasa benar. Sebagai wirausahawan, penting bagi kita untuk mengingat bahwa naluri adalah hal terpenting dalam mengambil keputusan; jika sesuatu terasa benar, lakukanlah! Akan ada saat-saat ketika Anda membuat kesalahan di sepanjang jalan, tetapi belajar dari kesalahan itu adalah bagian penting dari kesuksesan sebagai seorang wirausaha. Ingat: selalu percaya pada usus Anda!