austin schmid hRdVSYpffas unsplash
austin schmid hRdVSYpffas unsplash

Tips Bisnis : Cross-selling dan up-selling

Posted on

Cross-selling dan up-selling adalah dua strategi penjualan terpenting yang dapat Anda gunakan saat menjual produk atau layanan kepada pelanggan Anda. Dengan menawarkan produk atau layanan tambahan kepada pelanggan Anda tanpa biaya tambahan, Anda dapat meningkatkan kemungkinan mereka akan membeli dari Anda. Dalam artikel ini, kita akan membahas dasar-dasar penjualan silang dan penjualan atas, dan memberikan beberapa tip untuk menggunakannya dalam bisnis Anda.

Mengapa cross-sell dan up-sell?

Cross-selling dan up-selling adalah dua teknik penjualan utama yang dapat membantu Anda mendapatkan lebih banyak transaksi. Saat Anda melakukan penjualan silang, Anda menawarkan produk atau layanan tambahan kepada pelanggan Anda yang dapat digunakan bersama dengan apa yang telah mereka beli. Up-selling adalah ketika Anda meyakinkan pelanggan Anda untuk membeli produk atau layanan yang lebih mahal daripada yang awalnya mereka maksudkan. Dengan menggunakan teknik ini, Anda dapat meningkatkan peluang penjualan yang sukses dan membuat pelanggan Anda senang. Berikut adalah beberapa alasan mengapa cross-selling dan up-selling adalah alat penjualan yang sangat kuat:

  1. Mereka Meningkatkan Prospek Penjualan: Cross-selling dan up-selling menciptakan peluang untuk terhubung dengan lebih banyak pelanggan. Dengan menawarkan produk atau layanan tambahan kepada mereka, Anda meningkatkan kemungkinan mereka akan tertarik dengan produk atau layanan Anda. Hal ini dapat menyebabkan lebih banyak peluang penjualan di telepon.
  2. Mendorong Loyalitas Pelanggan: Cross-selling dan up-selling memudahkan pelanggan untuk tetap setia pada merek Anda. Mereka tidak hanya membeli produk tambahan dari Anda, tetapi mereka juga dapat merekomendasikan produk Anda kepada teman atau kolega mereka. Ini dapat membantu membangun kepercayaan dan loyalitas di antara pelanggan Anda, yang dapat menghasilkan lebih banyak penjualan.
  3. Mereka Meningkatkan Pendapatan: Dengan menjual produk atau layanan tambahan, Anda dapat meningkatkan pendapatan Anda. Ini terutama benar jika pelanggan Anda bersedia membayar lebih untuk produk atau layanan Anda. Dengan up-selling, Anda juga dapat meningkatkan nilai produk Anda yang sudah ada.
  4. Mereka Mengurangi Biaya: Cross-selling dan up-selling dapat menghemat waktu dan uang Anda. Mereka tidak hanya meningkatkan peluang terjadinya penjualan, tetapi juga dapat membantu Anda mengurangi jumlah upaya yang sia-sia pada kampanye yang tidak menghasilkan penjualan.
  5. Mereka Meningkatkan Kepuasan Pelanggan: Ketika cross-selling dan up-selling digunakan secara efektif, pelanggan akan lebih puas dengan pembelian tersebut. Ini dapat mengarah pada tingkat loyalitas yang lebih tinggi di antara pelanggan Anda dan peningkatan penjualan di masa mendatang.

Cara cross-sell dan up-sell

Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan penjualan adalah melalui cross-selling dan up-selling. Cross-selling adalah ketika seorang penjual merekomendasikan produk atau layanan terkait kepada pelanggan untuk meningkatkan kemungkinan mereka membeli sesuatu. Up-selling adalah ketika seorang wiraniaga mendorong pelanggan untuk membeli produk atau layanan yang lebih mahal daripada yang awalnya mereka maksudkan. Dengan menggabungkan kedua strategi ini, Anda dapat menciptakan insentif yang kuat bagi pelanggan untuk membeli lebih banyak dari Anda. Berikut adalah beberapa tips untuk cross-selling dan up-selling:

  1. Saat menjual produk, perhatikan perbedaan kebutuhan setiap pelanggan. Beberapa orang mungkin memerlukan satu produk untuk menyelesaikan tugas, sementara yang lain mungkin memerlukan beberapa produk berbeda untuk mencapai tujuan mereka. Luangkan waktu untuk memahami kebutuhan pelanggan Anda dan menawarkan mereka produk yang akan membantu mereka mencapai tujuan mereka.
  2. Saat merekomendasikan produk atau layanan terkait, pastikan untuk menyoroti manfaat dari setiap opsi. Gunakan bahasa yang menarik untuk meyakinkan pelanggan Anda untuk membeli sesuatu yang lebih mahal daripada yang mereka maksudkan semula. Misalnya, katakan bahwa produk tambahan ini akan menghemat waktu atau uang untuk proyek mereka.
  3. Bersabarlah dengan pelanggan selama upaya cross-sell dan up-sell.

Waktu terbaik untuk cross-sell dan up-sell

Saat Anda mencoba menutup penjualan, selalu baik untuk memikirkan cross-selling dan up-selling. Cross-selling adalah saat Anda menawarkan produk atau layanan tambahan kepada pelanggan Anda yang mungkin menarik bagi mereka. Up-selling adalah ketika Anda membujuk pelanggan Anda untuk membeli sesuatu yang lebih mahal dari yang mereka inginkan. Kedua teknik dapat membantu meningkatkan kemungkinan bahwa pelanggan Anda akan membeli sesuatu dari Anda. Berikut adalah beberapa tips untuk menggunakan cross-selling dan up-selling secara efektif:

  1. Waspadai minat pelanggan Anda. Ketika Anda mengetahui minat pelanggan Anda, lebih mudah untuk menyarankan produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Misalnya, jika pelanggan Anda mencari laptop baru, coba sarankan model atau merek yang berbeda dari yang mereka inginkan.
  2. Lacak kebiasaan membeli pelanggan Anda. Jika Anda melihat bahwa pelanggan tertentu sering membeli produk atau layanan tertentu dari Anda, pertimbangkan untuk menawarkan barang tersebut sebagai bagian dari penjualan silang. Dengan cara ini, Anda dapat merekomendasikan produk atau layanan tertentu tanpa mengharuskan pelanggan Anda untuk mengungkapkan informasi pribadi apa pun.
  1. Tetap positif dan optimis. Saat Anda menjual produk dan layanan, Anda akan mudah berkecil hati. Jaga sikap Anda tetap positif dan optimis, dan kemungkinan besar Anda akan menjual barang kepada pelanggan Anda.
  2. Bersikaplah gigih. Jika pelanggan tidak segera membeli sesuatu dari Anda, jangan menyerah. Ketekunan adalah kunci saat menjual produk dan layanan secara online. Terus tawarkan pilihan pelanggan Anda dan coba temukan cara untuk membuat pembelian tampak lebih menarik.
  3. Menawarkan diskon dan insentif. Banyak pelanggan yang bersedia membeli produk atau jasa jika mereka menerima diskon atau insentif sebagai imbalannya. Teknik ini dapat membantu Anda meningkatkan kemungkinan pelanggan Anda akan membeli sesuatu dari Anda.
  4. Gunakan platform media sosial untuk memasarkan bisnis Anda. Gunakan platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan LinkedIn untuk menjangkau pelanggan potensial dan mempromosikan produk dan layanan Anda. Dengan cara ini, Anda dapat mengikuti tren saat ini dan tetap terdepan dalam persaingan.

Tips untuk cross-selling dan up-selling

Seni cross-selling dan up-selling adalah alat penting untuk bisnis apa pun, baik itu perusahaan rintisan kecil atau perusahaan yang sudah mapan. Jika dilakukan dengan benar, teknik ini dapat meningkatkan penjualan dan meningkatkan pendapatan. Berikut adalah lima tip untuk membantu Anda melakukan cross-sell dan up-sell seperti seorang profesional:

  1. Kenali pelanggan Anda. Sebelum Anda dapat menjual sesuatu kepada seseorang, Anda perlu mengetahui minat mereka. Ajukan pertanyaan dan kenali kebutuhan pelanggan Anda. Ini akan membantu Anda mengidentifikasi potensi peluang cross-sell dan up-sell.
  2. Temukan kesamaan. Setelah Anda mengetahui apa yang diinginkan pelanggan Anda, inilah saatnya untuk mencari tahu kesamaan apa yang mereka miliki. Apa nilai-nilai mereka? Apa yang mereka senang lakukan? Setelah Anda mengetahui hal-hal ini, mudah untuk menemukan produk atau layanan yang sesuai dengan gaya hidup mereka – dan produk atau layanan yang akan menjadi kandidat hebat untuk cross-selling atau up-selling.
  3. Pertahankan percakapan. Jika Anda ingin pelanggan Anda membeli sesuatu dari Anda, Anda harus menjaga percakapan tetap berjalan. Ajukan pertanyaan tentang rencana mereka untuk masa depan, tantangan apa yang mereka hadapi, dan hal lain yang mungkin memicu pembelian.
  4. Menawarkan insentif. Jika Anda dapat menemukan cara untuk menawarkan insentif kepada pelanggan Anda untuk membeli sesuatu – apakah itu diskon untuk pembelian mereka atau akses ke produk atau layanan baru – Anda cenderung mengonversi lebih banyak pembeli.
  5. Bersikaplah gigih. Tidak semua orang akan membeli semua yang Anda tawarkan, tetapi jika Anda terus bertahan dan menjual – bahkan ketika pelanggan tampak menolak – pada akhirnya mereka dapat dibujuk untuk melakukan pembelian.