ivan bandura  WBaxKLJYEM unsplash
ivan bandura WBaxKLJYEM unsplash

Seberapa besar alam semesta?

Posted on

Mungkin terdengar seperti pertanyaan sederhana, tetapi jawaban atas pertanyaan ini telah diperdebatkan oleh para ahli selama berabad-abad. Dalam artikel ini, kami akan memberi Anda gambaran singkat tentang berbagai teori tentang ukuran alam semesta dan membantu Anda memutuskan mana yang paling mungkin benar.

Apa itu alam semesta?

Alam semesta diperkirakan berusia sekitar 14 miliar tahun. Dikatakan lebih besar dari tata surya kita. Para ilmuwan percaya bahwa mungkin ada lebih banyak alam semesta di luar sana.

Seberapa besar alam semesta?

Alam semesta sangat luas dan terus berkembang. Para ilmuwan tidak tahu seberapa besar itu, tetapi mereka percaya itu tak terbatas.

Perluasan alam semesta

Alam semesta sangat luas dan tumbuh semakin besar. Para ilmuwan telah mampu mengukur tingkat di mana ia berkembang dan mereka memperkirakan bahwa itu berkembang pada tingkat sekitar 27 kilometer per detik (sekitar 65.000 mil per jam). Itu berarti bahwa alam semesta mengembang lebih cepat dari kecepatan cahaya!

Ekspansi ini menyebabkan alam semesta menarik diri dari segala sesuatu yang lain, termasuk dirinya sendiri di masa lalu. Diperkirakan alam semesta pada akhirnya akan mencapai titik di mana ia akan menjadi sangat besar sehingga cahaya akan kesulitan melewatinya. Pada saat itu, kita secara resmi akan berada di “zaman kegelapan.”

Alam semesta terus tumbuh dan berubah, jadi tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Tapi satu hal yang pasti – ini adalah hal yang luar biasa untuk dipikirkan!

Teori Big Bang

Alam semesta sangat besar. Itu sangat luas sehingga kita tidak bisa melihat semuanya dengan mata kita, dan bahkan jika kita bisa, butuh waktu berabad-abad untuk melintasinya! Ada miliaran bintang di galaksi Bima Sakti saja, dan mungkin ada miliaran galaksi di luar sana. Alam semesta diperkirakan berusia sekitar 14 miliar tahun, tetapi tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti.

Ada suatu masa ketika alam semesta sangat kecil. Para ilmuwan menyebutnya teori “big bang”, setelah peristiwa yang diduga menciptakannya. Menurut teori ini, segala sesuatu di alam semesta dimulai dari satu titik (big bang), dan mulai tumbuh dan berkembang seiring waktu. Faktanya, para ilmuwan berpikir bahwa big bang bahkan mungkin merupakan awal dari waktu itu sendiri!

Meskipun kita tidak dapat melihat seluruh alam semesta, kita masih dapat mempelajarinya dengan menggunakan teknologi seperti teleskop. Dan para ilmuwan masih belajar banyak tentang hal itu setiap hari!

Lubang hitam

Teori Big Bang
Alam semesta

Alam semesta begitu besar sehingga sulit untuk dipahami. Kita hanya bisa membayangkan sebagian kecil saja. Namun, para ilmuwan telah mampu mengumpulkan beberapa informasi tentang alam semesta dengan mempelajari hal-hal seperti lubang hitam. Lubang hitam adalah objek di luar angkasa yang begitu besar dan padat sehingga tidak ada yang bisa lepas darinya. Ketika sesuatu memasuki lubang hitam, gaya gravitasi menarik semuanya, termasuk cahaya objek itu sendiri. Hal ini membuat sangat sulit untuk mempelajari lubang hitam karena tidak memancarkan cahaya. Para ilmuwan menggunakan alat seperti teleskop untuk melihat objek di dekat lubang hitam untuk melihat sekilas apa yang ada di dalamnya.

Akhir alam semesta

Alam semesta itu luas. Kita tidak bisa melihat semuanya, dan bahkan jika kita bisa, itu akan terlalu kecil untuk kita pahami. Diperkirakan luas alam semesta sekitar 93 miliar tahun cahaya. Itu sangat besar! Dan menurut beberapa ilmuwan, itu bahkan bukan hal terbesar yang pernah ada.

Kesimpulan

Masih banyak yang belum kita ketahui tentang alam semesta, dan sepertinya setiap hari ada penemuan baru yang membantu kita mengisi lebih banyak kekosongan. Pada artikel ini, kita akan membahas seberapa besar alam semesta dan beberapa teori seputar ukurannya. Semoga pada akhir membaca ini Anda akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang betapa luas dan menakjubkannya alam semesta kita sebenarnya!