pexels emma trewin 813770 scaled
pexels emma trewin 813770 scaled

Mengapa permukaan Bulan dipenuhi kawah?

Posted on

Selama manusia melihat ke langit malam, mereka telah terpesona oleh Bulan. Tidak hanya itu salah satu objek terindah di tata surya kita, tetapi permukaannya juga dibumbui dengan kawah. Jadi apa yang menyebabkan divot raksasa ini di permukaan Bulan yang mulus?

Bulan adalah planet berbatu

Bulan adalah planet berbatu, tetapi permukaannya dipenuhi dengan kawah. Mengapa ada begitu banyak kawah di Bulan? Para ilmuwan berpikir bahwa Bulan pernah menjadi tempat yang sangat berbeda.

Bulan telah mengalami banyak dampak

Bulan telah mengalami banyak dampak selama masa hidupnya. Misalnya, ia ditabrak oleh benda besar bernama Theia sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, yang mungkin membuat permukaan Bulan menjadi kasar dan menyebabkan banyak kawah. Selain itu, selama sejarah Bumi, meteoroid dan asteroid telah berdampak pada bulan, menciptakan lebih banyak kawah.

Sumbu putaran Bulan dimiringkan

Hukum kedua termodinamika menyatakan bahwa entropi selalu meningkat dalam sistem yang terisolasi. Hal ini karena ketidakteraturan (keacakan) dalam suatu sistem akan menyebabkan kehilangan energi. Semakin banyak energi yang hilang, semakin banyak entropi yang terakumulasi. Kemiringan sumbu putaran Bulan berarti bahwa suhu internalnya juga bervariasi, yang menyebabkan beberapa area di permukaan menjadi lebih dingin daripada yang lain. Seiring waktu, perbedaan suhu ini dapat menciptakan retakan dan lubang di permukaan, yang kita lihat sebagai kawah.

Bulan terkunci secara pasang surut ke Bumi

Bulan terkunci secara pasang surut ke Bumi, yang berarti bahwa ia selalu memiliki wajah yang sama yang mengarah ke Bumi. Ini karena sumbu rotasi Bulan miring sekitar 5 derajat relatif terhadap bidang orbit Bumi-Bulan. Kemiringan ini menyebabkan kecepatan orbit kedua benda berada dalam keseimbangan, dengan sisi Bulan yang sama selalu menghadap Bumi. Seiring waktu, penyelarasan ini telah menciptakan ikatan gravitasi permanen di antara mereka, menjaga Bulan dalam bentuk dan ukurannya yang sekarang.

Sumber utama erosi di permukaan Bulan adalah dari tetesan air yang dilepaskan ketika partikel berenergi tinggi menghantam permukaan Bulan. Dampak ini menghasilkan partikel sekunder yang menghujani bulan, termasuk uap air dan debu. Unsur-unsur ini bergabung satu sama lain untuk membentuk larutan berair, yang perlahan-lahan meresap ke dalam celah-celah dan perlahan-lahan mengikis lapisan permukaan yang termineralisasi. Akibatnya, sebagian besar kawah di bulan relatif muda—terbentuk dalam beberapa ratus juta tahun terakhir.

Kesimpulan

Salah satu hal yang paling menarik tentang bulan adalah permukaannya, yang dipenuhi dengan kawah. Para ilmuwan telah mencoba mencari tahu mengapa bulan memiliki begitu banyak kawah selama bertahun-tahun, dan mereka masih belum memiliki jawaban yang jelas. Beberapa teori menyatakan bahwa bulan ditabrak asteroid atau komet, sementara yang lain mengatakan bahwa bulan ditabrak oleh sesuatu yang lain – seperti meteoroid – di luar angkasa. Apa pun alasannya, satu hal yang pasti: permukaan bulan benar-benar menarik!