robert alvarez  xkRrOH89Rk unsplash
robert alvarez xkRrOH89Rk unsplash

Berapa lama bintang hidup (Usia Bintang)?

Posted on

Bintang adalah bola gas besar dan bercahaya yang hidup di galaksi Bima Sakti. Bintang sangat besar dan mereka hidup sangat lama – beberapa di antaranya dapat bertahan hingga 10 triliun tahun! Tapi bagaimana kita tahu berapa lama bintang tertentu akan hidup?

Siklus Hidup Bintang

Siklus hidup bintang cukup menarik! Sebuah bintang dimulai sebagai objek kecil dan gelap di langit. Seiring waktu, secara bertahap menjadi cerah hingga menjadi pertunjukan cahaya yang mempesona di langit malam. Dan kemudian, akhirnya, itu mati.

Elemen yang Membuat Bintang

Sebuah bintang terdiri dari unsur-unsur yang ditemukan di Bumi. Bintang seperti Matahari terdiri dari hidrogen dan helium. Ini adalah elemen paling umum di alam semesta. Namun, ada elemen lain yang membentuk bintang juga, termasuk karbon, oksigen, nitrogen, dan neon.

Ketika sebuah bintang mati, ia dapat meledak atau runtuh dengan sendirinya. Ini bisa terjadi ketika bintang kehabisan bahan bakar atau runtuh karena beratnya sendiri. Seiring waktu, sebuah bintang akan kehilangan massa hingga menjadi lubang hitam.

Bagaimana Bintang Bahan Bakar Hidrogen dan Helium

Bintang terbuat dari gas dan debu. Agar bintang dapat terbentuk, gas dan debu harus dipadatkan ke dalam ruang kecil. Di sinilah panas dari bintang mulai mengubah gas dan debu menjadi molekul hidrogen dan helium. Semakin banyak panas yang diterapkan, semakin cepat molekul-molekul ini berubah menjadi atom.

Atom sangat kecil sehingga tidak dapat menahan elektron dengan baik. Jadi, beberapa dari mereka mulai jatuh dari atom, menciptakan awan gas yang disebut protobintang. Protobintang masih sangat panas, sehingga mereka terus runtuh hingga menjadi bintang seperti matahari kita.

Proses perubahan gas dan debu menjadi bintang disebut fusi nuklir. Fusi adalah ketika dua atom bergabung bersama untuk membuat atom yang lebih besar. Prosesnya terjadi begitu cepat sehingga menghasilkan banyak panas. Itu sebabnya bintang sangat panas!

Akhirnya, bintang itu kehabisan hidrogen dan helium. Pada titik ini, ia mulai mati. Protobintang berkontraksi hingga menjadi bola kecil materi panas yang disebut katai putih. Katai putih tidak memiliki energi yang cukup untuk terus membakar bahan bakarnya, sehingga perlahan-lahan mendingin dan akhirnya menghilang.

Bagaimana Evolusi Stellar Menciptakan Bintang Baru

Kehidupan bintang adalah siklus kelahiran dan kematian yang tidak pernah berakhir. Seiring waktu, sebuah bintang akan kehabisan bahan bakar dan akan runtuh dengan sendirinya, mengakhiri keberadaannya sendiri. Namun, ada beberapa bintang yang berhasil hidup lebih lama dari yang lain.

Umur bintang ditentukan oleh massanya dan seberapa cepat ia membakar bahan bakarnya. Semakin besar bintang, semakin lama ia akan hidup. Tetapi bahkan bintang terkecil pun dapat hidup hingga 10 miliar tahun. Itu jauh lebih lama dari yang pernah ada manusia!

Ketika sebuah bintang kehabisan bahan bakar, ia akan runtuh dengan sendirinya. Proses ini disebut evolusi bintang. Seiring waktu, keruntuhan ini akan menyebabkan bintang berubah menjadi berbagai jenis bintang. Misalnya, ketika banyak gas hidrogen habis pada bintang yang mirip matahari, bintang tersebut mulai menggabungkan unsur-unsur yang lebih berat seperti helium dan litium menjadi unsur-unsur yang lebih berat seperti karbon dan nitrogen. Proses ini disebut pembakaran melalui pasokan bahan bakarnya dan akhirnya menghasilkan bintang raksasa merah.

Sebaliknya, ketika bintang yang lebih kecil kehabisan bahan bakar, ia hanya akan meledak sebagai supernova. Supernova adalah beberapa objek terindah di alam semesta karena mereka melepaskan semua energi yang tersimpan di bintang. Proses ini menciptakan awan bercahaya indah yang disebut sisa supernova.

Seiring waktu, bintang-bintang baru lahir dari sisa-sisa bintang yang meledak ini. Bintang-bintang baru ini jauh lebih muda dan memiliki bahan bakar lebih sedikit daripada bintang-bintang yang lebih tua. Mereka akan membakar bahan bakar mereka dengan cepat dan akhirnya akan mati. Namun, mereka memainkan peran penting di alam semesta karena mereka menciptakan elemen yang dapat digunakan oleh bintang generasi mendatang.

Kematian Bintang

Sebagian besar bintang mati dalam waktu sekitar 10 miliar tahun, menurut Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian. Itu karena bintang dibatasi oleh gravitasinya sendiri dan oleh panas yang mereka hasilkan dari fusi nuklir atom hidrogen menjadi helium. Semakin berat sebuah bintang, semakin cepat ia membakar bahan bakarnya, sampai ia tidak dapat lagi menahan tarikan gravitasinya sendiri.

Akhirnya, inti bintang runtuh karena beratnya sendiri dan mengirimkan gelombang kejut ke gas dan debu di sekitarnya. Ledakan ini melemparkan partikel tinggi ke atmosfer di mana mereka bergabung menjadi bintang dan planet baru. Sisa-sisa bintang asli — termasuk inti, mantel, dan lapisan luarnya — kemudian dapat dilihat sebagai objek panas di luar angkasa.

Kesimpulan

Tergantung pada ukuran, suhu, dan komposisi bintang, ia dapat hidup di mana saja dari beberapa ratus ribu hingga beberapa miliar tahun. Sebagian besar bintang pada akhirnya akan kedaluwarsa dalam ledakan supernova yang dahsyat, tetapi beberapa bintang yang beruntung dapat bertahan hidup lebih lama dari rekan-rekan mereka selama jutaan atau bahkan miliaran tahun.Bagaimanapun, sangat menarik untuk merenungkan masa hidup bintang dan rahasia apa yang mungkin dapat mereka ungkapkan tentang alam semesta kita.