sven piek jH7EBc1GvCg unsplash
sven piek jH7EBc1GvCg unsplash

Bagaimana Pemodelan Data Berbeda Dari Desain Basis Data?

Posted on

Desain basis data adalah proses membuat model untuk basis data Anda, yang terdiri dari tabel dan bidang. Model ini akan membantu Anda memahami data Anda dan cara penggunaannya, serta cara mengoptimalkan kinerja database Anda. Pemodelan data berbeda dari desain database karena berfokus pada data itu sendiri, bukan database.

Apa itu pemodelan data?

Pemodelan data adalah proses merancang struktur dan isi dari penyimpanan data. Hal ini dapat dikontraskan dengan desain database, yang merupakan proses pembuatan skema database yang sesuai untuk menyimpan model data. Model data biasanya dibuat menggunakan metodologi pengembangan tangkas seperti Scrum atau Extreme Programming. Desain database biasanya dilakukan dalam metodologi air terjun yang lebih tradisional.

Ada banyak faktor yang membedakan pemodelan data dari desain database. Satu perbedaan utama adalah bahwa model data biasanya dirancang pada tingkat tinggi, sedangkan skema basis data biasanya dirancang pada tingkat yang lebih rendah. Dengan kata lain, model data sering dikonseptualisasikan sebelum informasi spesifik apa pun terkandung dalam model, sedangkan skema basis data sering didasarkan pada contoh data spesifik. Perbedaan utama lainnya adalah bahwa model data umumnya fokus pada hubungan antara entitas data, sedangkan skema database fokus pada spesifik tentang bagaimana data disimpan.

Pemodelan data dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis penyimpanan yang berbeda, termasuk database relasional, database relasional objek, dan penyimpanan NoSQL. Desain basis data biasanya digunakan untuk membuat skema yang sesuai untuk toko yang berbeda ini.

Apa itu basis data?

Desain database adalah proses membuat dan mendesain skema database, yang merupakan dasar dari database Anda. Basis data adalah kumpulan data yang dapat dicari dan diakses oleh pengguna. Database dapat disusun dengan berbagai cara, tetapi tata letak yang umum adalah memiliki tabel yang menyimpan informasi tentang objek, baris yang mewakili catatan, dan kolom yang menyimpan informasi tentang objek.

Pemodelan data berbeda dari desain database karena berfokus pada data itu sendiri daripada pada struktur database. Model data digunakan untuk membuat representasi data dengan cara yang mudah dipahami dan digunakan. Ini dapat dilakukan dalam berbagai format, seperti diagram atau file teks. Tujuan dari pemodelan data adalah untuk membuat model yang secara akurat mencerminkan bagaimana data akan digunakan oleh pengguna.

Perbedaan antara pemodelan data dan desain database

Ketika datang ke pemodelan data dan desain database, kedua konsep tersebut bisa sangat berbeda. Pemodelan data adalah tentang membuat representasi data yang jelas dan terstruktur di sistem Anda. Ini memungkinkan Anda untuk lebih mudah menemukan dan menggunakan data saat bekerja dengannya. Desain basis data, di sisi lain, adalah tentang bagaimana data Anda diatur dan bagaimana data tersebut dapat diakses oleh pengguna. Ini dapat melibatkan hal-hal seperti memutuskan cara terbaik untuk menyimpan data, merancang antarmuka pengguna di sekitarnya, dan memastikan bahwa semua pengguna memiliki akses ke data yang mereka butuhkan.

Mengapa pemodelan data lebih baik daripada desain basis data?

Sering kali, orang bingung antara pemodelan data dan desain database. Mereka sebenarnya adalah dua hal yang sangat berbeda. Pemodelan data adalah proses pembuatan model data Anda yang dapat digunakan untuk membuat keputusan tentang bagaimana data Anda harus disimpan dan digunakan. Desain database adalah proses membuat skema database yang sesuai dengan model. Keduanya tidak selalu terkait, dan terkadang yang satu mendahului yang lain.

Pemodelan data lebih penting karena membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik tentang bagaimana data Anda harus disimpan dan digunakan. Misalnya, jika Anda memiliki data dalam tabel yang mewakili pelanggan, Anda mungkin perlu menentukan apakah akan menyimpan semua informasi pelanggan dalam satu tabel atau membuat tabel terpisah untuk nama, alamat, alamat email, dan seterusnya. Keputusan ini akan jauh lebih mudah jika Anda memiliki model data Anda yang menunjukkan kolom mana yang mewakili bagian informasi mana.

Desain database penting karena membantu Anda membuat skema yang sesuai dengan model. Misalnya, jika Anda memiliki model yang menunjukkan bahwa informasi pelanggan harus disimpan dalam tabel bernama “Pelanggan”, maka skema database Anda harus menyertakan tabel bernama “Pelanggan” serta bidang untuk nama, alamat, alamat email, dan segera. Namun, desain database tidak selalu diperlukan. Misalnya, jika Anda hanya perlu menyimpan nama pelanggan dan alamat email, Anda cukup menyimpan nilai tersebut dalam satu kolom di tabel “Pelanggan”.

Contoh model data dan desain database

Pemodelan data adalah proses membuat model dari data yang akan digunakan dalam sebuah sistem. Desain database adalah proses membuat skema database untuk mendukung model data.

Beberapa perbedaan utama antara pemodelan data dan desain database meliputi:

  1. Model data bersifat konseptual, sedangkan desain basis data bersifat fisik.
  2. Model data tidak memperhatikan bagaimana data diakses, tetapi bagaimana data itu harus diatur.
  3. Model data dapat berubah dari waktu ke waktu, sedangkan desain database biasanya statis.
  4. Model data dapat digunakan kembali, sedangkan desain database tidak.