steve douglas 3WZ3VnXvVJ4 unsplash
steve douglas 3WZ3VnXvVJ4 unsplash

Biologi: Reproduksi Tumbuhan Gymnospermae

Posted on

Tumbuhan gymnospermae, yang meliputi tumbuhan runjung, cemara, dan pinus, bereproduksi secara seksual. Organ jantan pada tumbuhan ini disebut benang sari, dan organ betina disebut putik. Pada tumbuhan gymnospermae, pembuahan terjadi ketika serbuk sari dari benang sari mendarat di putik.

Reproduksi Tumbuhan Gymnospermae

Tumbuhan Gymnospermae adalah satu-satunya kelompok utama organisme di Bumi yang tidak memiliki reproduksi aseksual. Sebaliknya, gymnosperma bereproduksi melalui penyerbukan yang dimediasi putik. Selama penyerbukan, benang sari dari satu bunga menempel pada stigma bunga lain dan mentransfer serbuk sari. Proses ini digunakan oleh gymnospermae untuk menghasilkan buah tanpa biji, yang memberi mereka keuntungan evolusioner dibandingkan tanaman lain.

Penyerbukan

Penyerbukan adalah proses dimana serbuk sari dari benang sari satu bunga ditransfer ke putik bunga lain. Penyerbuk biasanya serangga, meskipun beberapa bunga melakukan penyerbukan sendiri. Penyerbukan diperlukan untuk reproduksi tanaman gymnospermae seperti tumbuhan runjung dan cycadophytes.

Pembuahan

Reproduksi gymnospermae adalah proses di mana dua gamet, atau sel reproduksi, digabungkan untuk menciptakan organisme baru. Dalam reproduksi gymnospermae, dua gamet biasanya serbuk sari dan bakal biji. Serbuk sari gymnospermae terdiri dari sel haploid jantan dan sel diploid betina. Ovula adalah telur yang belum berkembang dan hanya mengandung sel diploid betina. Ketika penyerbukan terjadi, butiran serbuk sari bergerak dari benang sari bunga ke putik di mana mereka dibuahi oleh bakal biji. Ini menghasilkan penciptaan tanaman individu baru.

Pembiakan Tanaman

Tumbuhan berkembang biak melalui reproduksi seksual dan proses yang dikenal sebagai reproduksi vegetatif. Reproduksi seksual adalah proses pemindahan materi genetik dari satu generasi tanaman ke generasi berikutnya. Reproduksi vegetatif adalah proses di mana tanaman individu menghasilkan tanaman anak baru tanpa mentransfer materi genetik apapun.

Ada dua jenis reproduksi seksual pada tumbuhan: gamet dan serbuk sari. Gamet adalah sel reproduksi yang dilepaskan dari organ reproduksi bunga. Pollen adalah zat seperti debu yang mengandung gamet jantan. Butir serbuk sari bergerak di udara dan jatuh pada putik atau organ betina bunga lain. Setelah mendarat di putik, tabung serbuk sari menembusnya dan membuahi bakal biji. Ini menghasilkan produksi bibit, yang secara genetik identik dengan induknya.

Ada beberapa metode yang digunakan untuk memperbanyak tanaman melalui reproduksi seksual. Salah satu metode yang disebut stek, yang melibatkan menghilangkan batang atau cabang dari tanaman induk dan menanamnya di tanah. Ini akan menghasilkan akar yang tumbuh dari batang yang dipotong dan pada akhirnya akan berkembang menjadi tanaman baru. Metode lain adalah pembagian, yang melibatkan pemecahan tanaman induk dan memindahkan bagian-bagiannya ke tanah segar. Ini akan menciptakan tanaman baru yang secara genetik identik dengan induk aslinya.

Kesimpulan

Reproduksi tumbuhan gymnospermae dapat dibagi menjadi dua kategori utama: aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual adalah ketika tanaman induk menghasilkan sel anak yang identik secara genetik tanpa keterlibatan jenis kelamin. Reproduksi seksual melibatkan dua atau lebih organisme yang kawin untuk menciptakan keturunan yang juga serupa secara genetik. Ada banyak jenis reproduksi tanaman gymnosperma, tergantung pada spesiesnya, jadi penting untuk mengetahui jenis sistem reproduksi gymnosperma Anda untuk mengidentifikasi calon mitra pemuliaan.