pexels eberhard grossgasteiger 844297
pexels eberhard grossgasteiger 844297

Penjelasan Lengkap Hukum Hess

Posted on

Hukum Hess adalah reaksi kimia yang terjadi ketika dua atau lebih atom dari unsur yang sama bergabung bersama. Hukum menyatakan bahwa laju reaksi tergantung pada jumlah atom yang ada dalam setiap reaktan. Dengan kata lain, jika Anda memiliki lebih banyak atom dari satu unsur yang ada, reaksi akan terjadi lebih cepat daripada jika Anda memiliki lebih sedikit atom dari unsur tersebut.

Photo by National Cancer Institute on Unsplash

Pada artikel ini, kita akan mengeksplorasi Hukum Hess secara rinci. Kami akan mulai dengan menjelaskan apa itu, dan kemudian kami akan membahas beberapa contoh untuk menunjukkan cara kerjanya. Kami juga akan memberikan penjelasan lengkap tentang Hukum Hess, sehingga Anda dapat memahaminya secara lengkap.

Apa itu Hukum Hess?

Hukum Hess adalah reaksi kimia yang terjadi ketika dua atau lebih atom dari unsur yang sama bergabung bersama. Hukum menyatakan bahwa laju reaksi tergantung pada jumlah atom yang ada dalam setiap reaktan. Dengan kata lain, jika Anda memiliki lebih banyak atom dari satu unsur yang ada, reaksi akan terjadi lebih cepat daripada jika Anda memiliki lebih sedikit atom dari unsur tersebut.

Hukum Hess dinamai Jöns Jakob Berzelius, yang pertama kali menemukannya pada tahun 1824. Hukum Hess dapat digunakan untuk menghitung laju reaksi antara unsur-unsur yang berbeda. Ini juga digunakan untuk memprediksi sifat-sifat senyawa baru yang terbentuk dari unsur-unsur ini.

Contoh Hukum Hess dalam Tindakan

Mari kita lihat beberapa contoh Hukum Hess beraksi.

1) Reaksi antara gas hidrogen dan gas klor berlangsung lebih cepat jika jumlah atom klor lebih banyak. Ini karena gas klorin membentuk molekul yang mengandung dua atom hidrogen (HCl).

2) Reaksi antara besi dan belerang dioksida terjadi jauh lebih lambat ketika ada lebih banyak molekul belerang dioksida. Ini karena sulfur dioksida membentuk molekul yang mengandung enam atom besi (SO2).

Apa itu Hukum Hess?

Hukum Hess adalah persamaan matematika yang membantu memprediksi gerakan suatu benda dalam fluida. Hukum ini pertama kali diusulkan oleh fisikawan Jerman Gustav Hess pada tahun 1847.

Hukum Hess menyatakan bahwa kecepatan suatu benda dalam fluida sebanding dengan tekanan yang diberikan pada benda dan ukuran benda. Ini berarti bahwa jika Anda meningkatkan tekanan pada suatu benda, itu akan bergerak lebih lambat melalui cairan. Sebaliknya, jika Anda mengurangi tekanan pada suatu benda, itu akan bergerak lebih cepat melalui cairan.

Bagaimana Hukum Hess Bekerja?

Hukum Hess adalah rumus matematika yang digunakan untuk menghitung tekanan dan suhu di dalam sistem tertutup. Persamaan tersebut menyatakan bahwa tekanan di dalam sistem sama dengan jumlah tekanan pada batas-batas sistem. Suhu di dalam sistem juga sama dengan jumlah suhu pada batas-batas sistem.

Apa Pengaruh Hukum Hess?

Hukum Hess digunakan untuk memprediksi sifat-sifat bahan pada kesetimbangan. Hukum tersebut menyatakan bahwa energi total suatu sistem sama dengan jumlah energi individu partikel penyusunnya.

Hukum ini digunakan untuk memprediksi sifat-sifat bahan pada kesetimbangan, seperti titik didih, titik leleh, dan massa jenis.

Kesimpulan

Hukum Hess adalah salah satu prinsip terpenting dalam dinamika fluida dan memengaruhi bagaimana fluida mengalir melalui media berpori. Dalam artikel ini, kami akan mengeksplorasi semua yang perlu Anda ketahui tentang hukum Hess dan apa artinya bagi Anda sebagai seorang insinyur. Di akhir artikel ini, Anda akan memiliki pemahaman yang jelas tentang apa itu hukum Hess dan bagaimana pengaruhnya terhadap pekerjaan Anda. Terakhir, jangan lupa untuk membaca artikel kami yang lain tentang dinamika fluida jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut!