austin schmid hRdVSYpffas unsplash
austin schmid hRdVSYpffas unsplash

Sosiologi: Teori Konflik Historis-Perbandingan

Posted on

Dalam sosiologi, ada berbagai teori yang fokus pada studi konflik. Dalam artikel ini, kita akan membahas tiga teori konflik komparatif historis yang berbeda yang dapat membantu Anda lebih memahami dinamika sosial.

Photo by Noah Huskey on Unsplash

Teori Konflik Historis

Ada sejumlah teori konflik yang berbeda yang dapat digunakan untuk menganalisis fenomena sosiologis. Dalam posting blog ini, kita akan membahas secara singkat tiga teori konflik historis-komparatif: teori konflik kelas Marxian, teori konflik organisasi Weberian, dan teori pembagian sosial Durkheimian.

Teori konflik kelas Marxian adalah teori konflik yang paling terkenal dan banyak digunakan. Ini menyatakan bahwa ada pembagian mendasar antara kelas-kelas dalam masyarakat, dengan kapitalis yang memiliki alat-alat produksi dan kelas pekerja berjuang untuk mendapatkan kendali atas mereka. Hal ini dapat menyebabkan ketegangan dan konflik antara kedua kelompok ini, karena mereka bersaing untuk mendapatkan sumber daya dan kekuasaan.

Teori konflik organisasi Weberian berfokus pada cara organisasi yang berbeda berinteraksi satu sama lain. Ini mengemukakan bahwa ada dua jenis organisasi dalam masyarakat: organisasi tradisional, yang didasarkan pada hierarki dan aturan, dan organisasi modern, yang didasarkan pada jaringan dan persaingan. Yang pertama lebih cenderung menjadi Konflik daripada yang terakhir, karena mereka lebih rentan terhadap perebutan kekuasaan dan bentrokan atas sumber daya.

Teori pembagian sosial Durkheimian berfokus pada cara kelompok-kelompok yang berbeda dalam masyarakat membagi peran dan tanggung jawab mereka. Hal ini dapat menyebabkan ketegangan dan konflik di antara kelompok-kelompok ini, karena mereka bersaing untuk mendapatkan sumber daya dan status.

Teori Marxis

Teori Marxis telah menjadi teori konflik yang paling terkenal dan berpengaruh dalam sosiologi. Teori konflik Marxis menyatakan bahwa ada tiga jenis konflik: konflik kelas, konflik nasional, dan konflik internasional. Ketiga jenis konflik tersebut merupakan tahapan yang tak terhindarkan dan diperlukan dalam perkembangan ekonomi. Konflik kelas merupakan jenis konflik yang paling penting karena terjadi antara kelas pekerja dan kelas kapitalis. Konflik nasional adalah antara negara yang berbeda, dan konflik internasional adalah antara negara yang berbeda.

Teori Konflik Struktural

Teori konflik struktural adalah perspektif dalam sosiologi yang berpendapat bahwa struktur dan institusi sosial dapat menciptakan ketegangan dan konflik antar kelompok dalam masyarakat. Teori konflik struktural fokus pada fitur struktural masyarakat dan efeknya pada ketidaksetaraan dan stratifikasi sosial, hubungan kekuasaan, dan tindakan kolektif. Ahli teori konflik struktural percaya bahwa fitur struktural ini memerlukan pengembangan beberapa formasi koalisi untuk memaksimalkan manfaat kelompok. Koalisi ini mungkin didasarkan pada kepentingan bersama, identitas, atau keanggotaan dalam kelas atau kelompok sosial tertentu.

Teori konflik struktural menawarkan perspektif unik tentang studi konflik sosial. Daripada berfokus pada aktor atau motivasi individu, teori konflik struktural berfokus pada cara-cara di mana struktur institusional membentuk dinamika interaksi sosial. Pemahaman ini menawarkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana konflik sosial berkembang dan bertahan dari waktu ke waktu.

Salah satu teori konflik struktural yang paling terkenal adalah teori sosiolog Talcott Parsons tentang hubungan dominasi struktur-interaktif. Parsons berpendapat bahwa masyarakat dibagi menjadi tiga tipe inti: masyarakat berlapis kaku (di mana ada pemisahan yang jelas antara kelas sosial), masyarakat yang dibedakan secara fungsional (di mana ada perbedaan yang lebih kabur antara kelas sosial), dan masyarakat struktur-interaktif (di mana ada perbedaan yang lebih kabur antara kelas sosial). lebih banyak interaksi antar kelas sosial). Parsons percaya bahwa masyarakat dalam kategori ketiga lebih cenderung konfliktual karena fitur struktural masyarakat.

Teori konflik struktural terkenal lainnya adalah teori reproduksi budaya Pierre Bourdieu. Bourdieu berpendapat bahwa struktur dan institusi sosial mereproduksi nilai dan sikap dominan tertentu dalam suatu masyarakat. Proses ini memungkinkan elit untuk mempertahankan kekuasaan dan hak istimewa mereka atas mayoritas penduduk. Akibatnya, konflik sosial dapat terjadi antara kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan yang berbeda dalam kaitannya dengan reproduksi budaya.

Fungsionalisme

Fungsionalisme adalah teori sosiologi yang berpandangan bahwa struktur sosial dan perilaku individu ditentukan oleh peran fungsionalnya masing-masing dalam tatanan sosial. Peran fungsional ini ditentukan oleh karakteristik objek, orang, atau institusi yang berinteraksi dengan mereka. Teori ini mencoba menjelaskan bagaimana tatanan sosial dipertahankan dan bagaimana perubahan terjadi. Fungsionalisme telah berpengaruh dalam sosiologi dan ilmu-ilmu sosial lainnya dan telah digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena sosial, termasuk stratifikasi, konflik, penyimpangan, dan kerjasama.

Fungsionalisme adalah teori sosiologi yang berpandangan bahwa struktur sosial dan perilaku individu ditentukan oleh peran fungsionalnya masing-masing dalam tatanan sosial. Peran fungsional ini ditentukan oleh karakteristik objek, orang, atau institusi yang berinteraksi dengan mereka. Teori ini mencoba menjelaskan bagaimana tatanan sosial dipertahankan dan bagaimana perubahan terjadi. Fungsionalisme telah berpengaruh dalam sosiologi dan ilmu-ilmu sosial lainnya dan telah digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena sosial, termasuk stratifikasi, konflik, penyimpangan, dan kerjasama.

Fungsionalisme muncul pada awal abad ke-20 sebagai upaya untuk mendamaikan dua teori masyarakat yang saling bersaing: Strukturalisme (yang berpendapat bahwa masyarakat terdiri dari elemen-elemen stabil yang dapat dipelajari secara independen) dan Marxisme (yang berpendapat bahwa masyarakat terdiri dari perjuangan kelas dan eksploitasi kelas). pekerja oleh kapitalis). Fungsionalisme berusaha menggabungkan kekuatan kedua teori dengan mendefinisikan tatanan sosial sebagai cara di mana elemen masyarakat yang berbeda berinteraksi untuk menciptakan sistem yang berfungsi.

Fungsionalis percaya bahwa tatanan sosial dipertahankan melalui kombinasi paksaan dan kerjasama. Pemaksaan digunakan untuk menjaga ketertiban ketika diperlukan, seperti ketika pemerintah harus menegakkan hukum atau ketika orang tua harus mendisiplinkan anak-anak mereka. Kerja sama, di sisi lain, digunakan untuk menjaga ketertiban ketika diinginkan, seperti ketika bisnis bekerja sama untuk menghasilkan barang atau ketika saudara kandung bekerja sama untuk membesarkan orang tua mereka.

Fungsionalisme telah berpengaruh dalam sosiologi dan ilmu-ilmu sosial lainnya karena mencoba menjelaskan berbagai fenomena secara sistematis. Ini telah digunakan untuk menjelaskan stratifikasi, konflik, penyimpangan, dan kerja sama.

Teori Sistem Ganda

Teori sistem ganda adalah teori sosiologi yang pertama kali dikemukakan oleh Talcott Parsons pada 1950-an yang menggambarkan masyarakat terdiri dari dua sistem: sistem dalam, yang didasarkan pada egoisme individu dan kepentingan pribadi, dan sistem luar, yang didasarkan pada norma-norma komunal. dan kewajiban. Teori tersebut telah berpengaruh dalam bidang sosiologi, dan digunakan untuk menjelaskan hubungan antara institusi sosial dan perilaku individu.

Teori sistem ganda telah digunakan untuk menganalisis berbagai fenomena sosial, termasuk kejahatan dan penyimpangan, konflik dan kerjasama, kekuasaan dan legitimasi, agama dan masyarakat. Ini juga telah digunakan untuk mengembangkan model baru tatanan sosial.

Teori sistem ganda sering dianggap sebagai versi yang lebih canggih dari dikotomi klasik antara struktur dan agensi. Ia berpendapat bahwa ada dua jenis norma dalam masyarakat: norma objektif, yang ditentukan oleh faktor eksternal (seperti hukum atau adat istiadat), dan norma internal, yang ditentukan oleh individu. Teori sistem ganda menunjukkan bahwa perilaku individu dibentuk baik oleh norma objektif (misalnya, hukum fisika) dan oleh cara norma internal dirasakan oleh individu (misalnya, betapa pentingnya untuk dilihat sebagai patuh).

Teori Konflik Sosial

Sosiologi: Teori Konflik Historis-Perbandingan

Konflik ada di mana-mana dalam masyarakat manusia. Dari pertengkaran sehari-hari antara teman-teman hingga perang destruktif antar negara, konflik adalah bagian dari kehidupan. Apa yang membuat beberapa konflik lebih serius daripada yang lain? Apa yang mendorong orang untuk berkelahi? Dan apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau mencegah konflik?

Sosiologi menawarkan berbagai teori untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Beberapa teori fokus pada individu, sementara yang lain fokus pada kelompok. Artikel ini akan mengupas tiga teori konflik historis-komparatif: strukturalisme sosial, fungsionalisme, dan Marxisme.

Strukturalisme Sosial

Strukturalisme sosial adalah teori yang berfokus pada struktur sistem sosial. Ini menyatakan bahwa cara masyarakat diatur (misalnya, melalui kelas sosial, peran gender, dll.) mempengaruhi bagaimana konflik berkembang dan diselesaikan. Misalnya, konflik kelas mungkin lebih mungkin terjadi dalam masyarakat dengan pembagian yang kuat antara kaya dan miskin.

Fungsionalisme

Fungsionalisme adalah teori yang berfokus pada fungsi sistem sosial. Ini menyatakan bahwa cara masyarakat diatur (misalnya, melalui kelas sosial, peran gender, dll.) mempengaruhi bagaimana orang berperilaku dan berinteraksi satu sama lain.

Kesimpulan

Dalam sosiologi, teori konflik adalah model bagaimana masyarakat berinteraksi satu sama lain. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi lima teori konflik historis-komparatif: fungsionalisme, strukturalisme, Marxisme, pasca-strukturalisme, dan teori kritis. Setiap teori memiliki kekuatan dan kelemahannya sendiri, tetapi semuanya dapat membantu kita lebih memahami cara-cara di mana kelompok-kelompok sosial yang berbeda berinteraksi satu sama lain. Jadi jika Anda ingin memperdalam pemahaman Anda tentang sosiologi dan berbagai konsepnya, maka lima teori ini adalah tempat yang bagus untuk memulai.