Ini adalah kebiasaan buruk yang menyebabkan obesitas untuk diketahui

Posted on

Obesitas adalah epidemi global yang telah meningkat selama bertahun-tahun sekarang. Meskipun ada banyak faktor yang berkontribusi terhadap masalah ini, salah satu kebiasaan paling umum dan merugikan yang dilakukan oleh orang-orang yang mengalami obesitas adalah makan terlalu banyak makanan tidak sehat. Jika Anda seperti kebanyakan orang, Anda mungkin tidak berpikir dua kali untuk makan junk food atau makanan ringan secara teratur. Tetapi apa yang mungkin tidak Anda ketahui adalah bahwa kalori yang tidak masuk akal ini sebenarnya dapat menyebabkan penambahan berat badan dan obesitas dari waktu ke waktu.

Apa Hubungan Antara Diet dan Obesitas?

Banyak orang percaya bahwa obesitas disebabkan oleh kurangnya olahraga dan pola makan yang buruk. Tapi apakah ini benar? Obesitas sebenarnya merupakan hasil dari hubungan yang tidak sehat antara diet dan obesitas.

Hubungan antara diet dan obesitas dapat dipecah menjadi empat faktor utama: seberapa banyak Anda makan, seberapa banyak Anda berolahraga, jenis makanan apa yang Anda makan, dan bagaimana tubuh Anda memproses makanan ini.

Berikut adalah melihat lebih dekat pada masing-masing faktor ini:

  1. Berapa Banyak Anda Makan?

Faktor kunci pertama dalam hubungan antara diet dan obesitas adalah seberapa banyak Anda makan. Jika Anda makan berlebihan, tubuh Anda akan mulai menyimpan kalori ekstra sebagai lemak. Inilah mengapa sangat penting untuk memperhatikan angka pada timbangan – jika berat badan Anda bertambah meskipun Anda tidak makan lebih banyak dari biasanya, kemungkinan karena Anda mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang Anda bakar. Makan terlalu banyak juga dapat menyebabkan masalah seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.

  1. Seberapa Banyak Anda Berolahraga?

Faktor kunci lain dalam hubungan antara diet dan obesitas adalah seberapa banyak Anda berolahraga. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, orang dewasa yang melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu (seperti berjalan atau bersepeda) cenderung tidak mengalami obesitas dibandingkan mereka yang tidak berolahraga. Selain itu, aktivitas intensitas sedang dapat membantu Anda membakar kalori bahkan saat Anda tidak berolahraga – sempurna jika Anda ingin menghindari penambahan berat badan sambil mempertahankan tingkat kebugaran Anda.

  1. Jenis Makanan Apa yang Anda Makan?

Faktor kunci ketiga dalam hubungan antara diet dan obesitas adalah jenis makanan yang Anda makan. Semakin sehat makanannya, semakin sedikit kalori yang dikandungnya. Jadi, jika Anda mengonsumsi makanan sehat yang mengandung sedikit kalori, tubuh Anda akan membakar kalori tersebut alih-alih menyimpannya sebagai lemak.

  1. Bagaimana Tubuh Anda Memproses Makanan Ini

Faktor kunci keempat dalam hubungan antara diet dan obesitas adalah bagaimana tubuh Anda memproses makanan ini. Jika Anda makan makanan yang tinggi gula, lemak, atau karbohidrat, tubuh Anda akan mulai memecah nutrisi ini dan mengubahnya menjadi energi. Proses ini disebut “resistensi insulin” dan merupakan penyebab utama obesitas. Makan makanan sehat yang mengandung sedikit kalori akan membantu menjaga resistensi insulin Anda terkendali – yang akan

Peran Lemak Makanan dalam Obesitas

Peran lemak makanan dalam obesitas adalah topik penting untuk dipertimbangkan, karena konsumsi lemak tidak sehat yang berlebihan dapat berkontribusi pada penambahan berat badan dan obesitas. Sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam “Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism” telah menemukan bahwa asupan tinggi lemak makanan dikaitkan dengan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih besar pada orang dewasa. Studi ini menggunakan data dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional 1999-2004 (NHANES), yang mencakup informasi tentang BMI dan asupan lemak makanan dari lebih dari 4.000 peserta.

Menurut hasil, orang dewasa yang paling banyak mengonsumsi lemak makanan memiliki BMI 2,6 kg/m2 lebih besar daripada mereka yang mengonsumsi sedikit lemak. Lebih jauh lagi, asosiasi ini tidak terbatas hanya pada individu yang kelebihan berat badan atau obesitas; bahkan mereka yang tidak obesitas memiliki BMI yang lebih tinggi jika mereka mengonsumsi lebih banyak lemak makanan. Temuan penelitian ini menggarisbawahi pentingnya membatasi asupan lemak tidak sehat, karena secara langsung terkait dengan peningkatan BMI.

Jika Anda mencoba menurunkan berat badan atau mengelola obesitas Anda, penting untuk mengingat temuan ini. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk membantu membuat rencana diet yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pribadi Anda.

Apa saja Makanan yang Menyebabkan Obesitas?

Makanan merupakan salah satu penyumbang utama obesitas. Mengkonsumsi terlalu banyak kalori dari makanan tidak sehat bisa menjadi penyebab obesitas. The American Obesity Association mencantumkan berikut ini sebagai beberapa makanan paling umum yang berkontribusi terhadap obesitas: makanan olahan, makanan cepat saji, permen, makanan tinggi lemak dan berkalori tinggi, minuman, dan produk susu. Berikut adalah lima makanan paling umum yang menyebabkan obesitas:

1) Makanan Olahan: Makanan ini telah diolah dengan bahan kimia atau bahan lain yang membuatnya lebih berkalori. Mereka sering mengandung biji-bijian olahan, minyak, dan gula yang meningkatkan asupan kalori Anda dengan cepat.

2) Makanan Cepat Saji: Makanan cepat saji tinggi kalori dan lemak tidak sehat. Ini juga mengandung sedikit atau tidak ada nilai gizi.

3) Permen: Makanan manis mengandung banyak gula yang dapat diubah menjadi lemak dengan sangat cepat.

4) Makanan Tinggi Lemak dan Tinggi Kalori: Makan makanan tinggi lemak dan berkalori tinggi dapat dengan cepat menambah berat badan Anda. Barang-barang ini sering mengandung hal-hal seperti keju, bacon, dan bawang goreng Prancis.

5) Minuman: Minuman beralkohol dan manis tidak hanya padat kalori tetapi juga sarat dengan kalori kosong.

Cara Menghindari Makanan Ini dan Menurunkan Berat Badan

Jika Anda mencoba menurunkan berat badan, penting untuk menghindari makan makanan ini.

  1. Junk food: Makanan ini tinggi gula dan kalori, yang akan membuat Anda cepat gemuk. Cobalah untuk tetap memilih pilihan yang lebih sehat seperti buah-buahan dan sayuran.
  2. Makanan cepat saji: Jenis makanan ini penuh dengan lemak tidak sehat dan zat aditif yang akan membuat berat badan Anda bertambah. Makan di rumah sebagai gantinya dan masak makanan Anda sendiri.
  3. Alkohol: Minum alkohol akan menyebabkan tubuh Anda menyimpan lebih banyak lemak. Ini juga dikaitkan dengan penyakit hati, jadi hindari jika Anda ingin menurunkan berat badan.
  4. Merokok: Merokok telah dikaitkan dengan obesitas dan masalah kesehatan lainnya, jadi yang terbaik adalah berhenti merokok jika Anda ingin menurunkan berat badan. Jika Anda tidak bisa melakukannya, coba batasi kebiasaan merokok Anda hanya pada rokok luar.

Kesimpulan

Kebiasaan buruk penyebab obesitas yang perlu diketahui adalah makan terlalu banyak dan tidak berolahraga. Makan terlalu banyak dan tidak cukup berolahraga dapat menyebabkan kenaikan berat badan, diabetes, penyakit jantung, stroke, dan banyak masalah kesehatan lainnya. Penting untuk diingat bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengubah kebiasaan gaya hidup tidak sehat Anda dan mulai menjalani hidup yang lebih sehat. Jika Anda kelebihan berat badan atau memiliki masalah kesehatan lainnya, silakan bicarakan dengan dokter Anda tentang bagaimana Anda dapat mulai mengelolanya melalui diet ketogenik dan/atau olahraga.

× Penutup! Postingan "Ini adalah kebiasaan buruk yang menyebabkan obesitas untuk diketahui" ini diharapkan bisa membantu Anda yang tengah mencari jawaban topik Ini adalah kebiasaan buruk yang menyebabkan obesitas untuk diketahui ini. Jika Anda menemukan ada kesalahan dalam informasi yang diberikan, harap gunakan fitur laporkan konten agar informasi tentang Ini adalah kebiasaan buruk yang menyebabkan obesitas untuk diketahui yang disajikan menjadi lebih akurat.