nicolas perondi gNwKKUnUdrc unsplash
nicolas perondi gNwKKUnUdrc unsplash

Teori kepribadian Sigmund Freud

Posted on

Teori kepribadian Freud memiliki dampak yang bertahan lama pada cara kita berpikir tentang perilaku manusia dan kesehatan mental. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi beberapa konsep kunci di balik karya Freud dan bagaimana konsep tersebut digunakan dalam praktik klinis selama bertahun-tahun.

Teori Kepribadian Freud

Teori kepribadian Freud didasarkan pada gagasan bahwa manusia didorong oleh serangkaian keinginan dan emosi yang tidak disadari. Keinginan dan emosi ini sering tersembunyi dari pandangan kita, tetapi mereka dapat memiliki dampak yang kuat pada kehidupan kita. Freud percaya bahwa keinginan dan emosi yang tersembunyi ini dapat menciptakan segala macam masalah dalam hidup kita. Ia juga percaya bahwa masalah ini dapat disembuhkan dengan menggunakan teknik dan terapi yang benar.

Komponen Teori Kepribadian Freud

Teori kepribadian Freud didasarkan pada gagasan bahwa manusia dimotivasi oleh tiga kekuatan: Eros, atau haus akan cinta; Thanatos, atau dorongan untuk mati; dan Id, atau keinginan dan impuls naluriah. Kekuatan-kekuatan ini dianggap bekerja di setiap individu, membentuk pikiran, perasaan, dan tindakan mereka.

Freud percaya bahwa setiap orang mengalami kekuatan-kekuatan ini dengan cara yang berbeda, berdasarkan ciri-ciri kepribadian mereka. Dia mengidentifikasi lima tipe kepribadian utama: neurotik, psikotik, borderline, obsesif-kompulsif dan psikopat. Masing-masing jenis ini dicirikan oleh keseimbangan tertentu dari ketiga kekuatan ini.

Orang neurotik didominasi oleh Eros (keinginan untuk cinta), tetapi mereka juga mengalami Thanatos (dorongan untuk mati) sebagai kekuatan yang kuat. Hal ini membuat mereka cemas dan emosional, rentan terhadap perubahan suasana hati dan masalah dengan harga diri. Orang psikotik didominasi oleh Thanatos secara eksklusif, yang mengarah pada kekerasan ekstrem dan paranoia. Orang perbatasan seimbang antara Eros dan Thanatos, yang memungkinkan mereka untuk menjadi bergairah dan peduli satu saat dan kekerasan berikutnya. Orang obsesif-kompulsif didominasi oleh Id (keinginan naluriah) tetapi juga mengalami perasaan cinta. Hal ini membuat mereka obsesif dan kompulsif, sering kali menyebabkan masalah dengan kebersihan atau ketertiban. Orang psikopat didominasi oleh Id sepenuhnya, yang berarti mereka tidak mengalami perasaan sama sekali.

Penerapan Teori Kepribadian Freud

Dalam bukunya “The Interpretation of Dreams”, Sigmund Freud menguraikan teori kepribadian. Teorinya menyatakan bahwa manusia dibagi menjadi tiga kategori utama: id, ego, dan superego. Id adalah bagian insting utama kita dari diri kita sendiri, ego adalah sisi rasional kita, dan superego adalah hati nurani kita. Freud percaya bahwa setiap bagian dari diri kita ini dapat mempengaruhi perilaku kita dengan cara yang berbeda. Misalnya, id dapat menyebabkan perilaku seperti impulsif dan kecerobohan, sedangkan superego dapat menyebabkan perilaku seperti penilaian moral dan rasa bersalah.

Masa Depan Teori Kepribadian Freud

Teori kepribadian Freud mendapat kecaman dalam beberapa tahun terakhir karena dugaan seksisme dan ageismenya. Kritikus berpendapat bahwa teori Freud tidak memperhitungkan pengalaman dan kepribadian unik wanita dan orang tua. Namun, ada bukti yang menunjukkan bahwa teori Freud mungkin berkembang, karena sedang dievaluasi ulang berdasarkan penelitian baru.

× Penutup! Postingan "Teori kepribadian Sigmund Freud" ini diharapkan bisa membantu Anda yang tengah mencari jawaban topik Teori kepribadian Sigmund Freud ini. Jika Anda menemukan ada kesalahan dalam informasi yang diberikan, harap gunakan fitur laporkan konten agar informasi tentang Teori kepribadian Sigmund Freud yang disajikan menjadi lebih akurat.