Contoh Kerangka Berpikir dalam Penelitian (2022)

Posted on

Berpikir telah menjadi jantung dari setiap usaha manusia sejak zaman prasejarah. Dari perencanaan untuk perburuan masa depan, hingga mengelola portofolio keuangan yang kompleks, hingga membuat keputusan yang tepat tentang apa yang akan dikenakan untuk hari itu – manusia mengandalkan keterampilan berpikir yang masuk akal untuk mencapai kesuksesan. Namun, tantangan kognitif saat ini jauh lebih canggih daripada apa pun yang dihadapi pendahulu kita – di sinilah kerangka berpikir berperan.

Kerangka Teoritis

Ada banyak kerangka teori berbeda yang digunakan dalam penelitian. Dalam posting blog ini, kita akan membahas tiga contoh kerangka berpikir yang dapat digunakan dalam penelitian.

Kerangka berpikir pertama disebut perspektif kognitif. Kerangka kerja ini menunjukkan bahwa manusia berpikir secara hierarkis, dengan proses tingkat yang lebih rendah mengendalikan proses tingkat yang lebih tinggi. Kerangka berpikir kedua disebut perspektif konstruktivis. Kerangka kerja ini menunjukkan bahwa pengetahuan diciptakan melalui interaksi orang dan lingkungan mereka. Kerangka berpikir terakhir disebut perspektif feminis. Kerangka kerja ini menunjukkan bahwa perempuan dirugikan dalam masyarakat dan harus mengatasi kelemahan ini untuk berhasil dalam penelitian.

Kerangka Operasional

Ada banyak cara berpikir yang berbeda tentang bagaimana melakukan penelitian. Inilah sebabnya mengapa sangat sulit untuk menentukan mana yang akan digunakan untuk masalah atau pertanyaan tertentu. Berikut ini adalah beberapa contoh kerangka berpikir berbeda yang dapat membantu Anda saat melakukan penelitian.

Model Pembelajaran Kognitif

The Cognitive Model of Learning (CML) adalah model yang pertama kali dikembangkan oleh Howard Gardner dalam bukunya “Frames of Mind”. Ini didasarkan pada gagasan bahwa ada berbagai jenis kecerdasan, dan kecerdasan itu dapat dibagi menjadi tiga kategori: kognitif, emosional, dan sosial. Setiap jenis kecerdasan memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing.

CML membantu Anda memahami cara orang belajar, dan CML sering digunakan untuk membantu pendidik menciptakan lingkungan belajar yang disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan individu siswa. CML juga dapat digunakan saat mempelajari informasi atau tugas baru. Misalnya, jika Anda ingin mempelajari bagaimana orang mempelajari kosakata baru, Anda akan menggunakan CML untuk mengidentifikasi berbagai jenis kecerdasan yang terlibat dalam pembelajaran kosakata. Setelah mengidentifikasi berbagai jenis kecerdasan, Anda kemudian akan merancang lingkungan di mana jenis kecerdasan tersebut dapat bekerja sama secara efektif.

Kerangka Berorientasi Proses

Kerangka kerja berorientasi proses adalah cara mengatur dan berpikir tentang penelitian yang membantu peneliti untuk merencanakan, mengelola, dan mengomunikasikan pekerjaan mereka dengan lebih baik. Mereka dapat membantu dalam berbagai situasi, dari proyek penelitian individu hingga studi skala besar.

Ada banyak kerangka berorientasi proses yang berbeda, tetapi beberapa yang paling umum termasuk Model Proses Perencanaan (PPM), Latihan Penilaian Penelitian (RAE), dan Model Perubahan Transtheoretical (TMCC). Masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahannya sendiri, jadi penting untuk memilih yang tepat untuk kebutuhan spesifik Anda.

Jika Anda tertarik untuk menggunakan kerangka kerja berorientasi proses dalam penelitian Anda, berikut adalah beberapa sumber untuk membantu Anda memulai:

-Situs web PPM menyediakan ikhtisar model dan tip untuk menggunakannya, serta sumber daya untuk mengunduh templat dan lembar kerja.

-Situs web RAE memiliki informasi tentang cara merancang penilaian, serta panduan untuk menggunakan kerangka kerja dalam skenario yang berbeda.

-Situs web TMCC menawarkan ikhtisar model dan contoh bagaimana model itu digunakan dalam penelitian.

Kesimpulan

Kerangka berpikir adalah alat yang ampuh bagi para peneliti. Dengan menggunakannya, Anda dapat mengatur pemikiran Anda dan lebih fokus pada informasi yang penting bagi Anda. Dalam artikel ini, kami telah memberikan contoh tiga kerangka berpikir populer: berpikir linier, berpikir spiral, dan berpikir sistem. Semoga artikel ini membantu Anda memahami cara kerja kerangka kerja ini dan bagaimana Anda dapat menggunakannya untuk meningkatkan produktivitas penelitian Anda.