Apa untungnya bagi saya? Tentang Egoisme dan Teori Kontrak Sosial

Posted on

Kita semua menginginkan yang terbaik untuk diri kita sendiri, bukan? Nah, menurut teori kontrak sosial, inilah inti dari penalaran etis kita. Kami setuju untuk menjunjung tinggi norma dan harapan masyarakat tertentu karena kami percaya bahwa itu adalah kepentingan kami sendiri untuk melakukannya. Tetapi apakah ini benar-benar masalahnya? Apakah ada batasan untuk apa yang ingin kita lakukan untuk orang lain? Dan jika demikian, di mana letak garis itu?

Teori Kontrak Sosial dan Egoisme

Egoisme adalah keyakinan bahwa individu harus bertindak demi kepentingan terbaik mereka sendiri. Teori ini didasarkan pada gagasan bahwa orang mementingkan diri sendiri, artinya mereka dimotivasi oleh apa yang menguntungkan mereka. Menurut teori kontrak sosial, individu setuju untuk mematuhi aturan dan peraturan tertentu dengan imbalan dilindungi dan diberi manfaat. Teori tersebut menyatakan bahwa jika orang berperilaku dengan cara yang tidak menguntungkan mereka, maka pemerintah atau entitas lain harus turun tangan dan memastikan bahwa aturan tersebut dipatuhi.

Implikasi Egoisme bagi Negara Kesejahteraan Sosial

Setiap individu memiliki egoisme, yang merupakan kepentingan diri mereka sendiri di hati. Artinya, negara kesejahteraan sosial tidak diperlukan karena rakyat secara spontan akan bekerja sama untuk menguntungkan diri mereka sendiri. Negara harus memaksa orang untuk bekerja sama melalui pajak dan peraturan untuk memastikan bahwa setiap orang disediakan.

Kesimpulan

Ada beberapa hal yang mendukung egoisme dan teori kontrak sosial dalam hal hubungan pribadi. Pertama, kedua teori tersebut berpendapat bahwa orang mementingkan diri sendiri. Ini berarti bahwa orang akan bertindak demi kepentingan terbaik mereka sendiri hampir sepanjang waktu, bahkan jika ini mungkin bukan yang terbaik untuk orang lain. Kedua, kedua teori tersebut berasumsi bahwa orang akan mematuhi kesepakatan yang dibuat di antara mereka—bahkan jika kesepakatan ini mungkin tidak ideal atau adil dari sudut pandang semua orang. Akhirnya, kedua teori tersebut berpendapat bahwa individu harus menghormati otonomi orang lain, yang berarti mereka harus menahan diri untuk tidak mencampuri keputusan orang lain kecuali mereka memiliki alasan yang baik untuk melakukannya. Secara keseluruhan, poin-poin ini menunjukkan bahwa pertimbangan pragmatis (seperti kepentingan pribadi dan menjaga kesepakatan) harus selalu memandu interaksi interpersonal kita.

× Penutup! Postingan "Apa untungnya bagi saya? Tentang Egoisme dan Teori Kontrak Sosial" ini diharapkan bisa membantu Anda yang tengah mencari jawaban topik Apa untungnya bagi saya? Tentang Egoisme dan Teori Kontrak Sosial ini. Jika Anda menemukan ada kesalahan dalam informasi yang diberikan, harap gunakan fitur laporkan konten agar informasi tentang Apa untungnya bagi saya? Tentang Egoisme dan Teori Kontrak Sosial yang disajikan menjadi lebih akurat.