hakon grimstad GhjtTBTV WA unsplash
hakon grimstad GhjtTBTV WA unsplash

Jenis-jenis transistor, Pengertian Lengkap

Posted on

transistor adalah salah satu komponen elektronika yang paling umum digunakan. transistor dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan fungsinya, seperti transistor NPN dan PNP. transistor NPN adalah jenis transistor yang paling umum digunakan, sedangkan transistor PNP jarang sekali digunakan.

Apa itu transistor?

Apa itu transistor?

Transistor adalah sebuah komponen elektronik yang berfungsi untuk mengatur dan mengalirkan arus listrik. Transistor biasanya digunakan untuk mengontrol arus listrik yang lebih besar dengan menggunakan sinyal arus listrik yang lebih kecil. Transistor juga dapat digunakan untuk mem amplify suara ataupun sinyal radio.

Photo by Robin Glauser on Unsplash

Jenis-jenis transistor

Dalam rangka mempelajari elektronika, kita perlu tahu apa itu transistor dan apa jenis-jenis transistor yang ada. Transistor adalah komponen elektronik yang dapat berfungsi sebagai switch atau penguat sinyal. Komponen ini terdiri dari tiga bagian utama, yaitu base, emitter, dan collector. Base adalah salah satu bagian dari transistor yang berfungsi sebagai control elektron. Emitter adalah tempat dimana arus listrik masuk ke dalam transistor. Collector adalah tempat dimana arus listrik keluar dari transistor.

Jenis-jenis transistor yang ada antara lain:
1. Bipolar Junction Transistor (BJT)
2. Field Effect Transistor (FET)
3. Unijunction Transistor (UJT)
4. Darlington Transistor
5. Insulated Gate Bipolar Transistor (IGBT)

Kelebihan dan kekurangan dari transistor

Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang kelebihan dan kekurangan dari transistor. Transistor adalah salah satu komponen elektronika yang sangat penting dan sering digunakan. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengetahui seluk-beluknya.

Kelebihan utama dari transistor adalah bahwa ia dapat mengontrol arus listrik yang lebih besar daripada ukuran fisiknya. Transistor juga relatif mudah untuk dioperasikan dan diatur. Sementara itu, kekurangan utama transistor adalah bahwa ia tidak dapat bekerja dengan baik pada suhu yang tinggi. Jika suhu terlalu tinggi, maka transistor akan rusak.

Aplikasi transistor

Transistor adalah komponen elektronik yang sangat penting dan sering digunakan dalam rangkaian elektronik. Transistor dapat digunakan untuk berbagai macam aplikasi, seperti membuat sinyal analog menjadi digital, atau sebaliknya. Transistor juga dapat digunakan untuk mengontrol arus listrik dalam suatu rangkaian.

Rangkaian transistor

Pada umumnya, rangkaian transistor yang digunakan untuk aplikasi elektronika adalah sebagai berikut:

1. Transistor switching
2. Amplifier transistor
3. Darlington transistor
4. FET (Field Effect Transistor)

Bagaimana transistor bekerja?

Transistor adalah salah satu komponen elektronik yang paling umum digunakan. Transistor mengontrol aliran listrik dengan menggunakan sinyal elektromagnetik atau sinyal biasing. Sinyal biasing ini dapat berupa tegangan atau arus listrik. Transistor bekerja dengan memanfaatkan efek transistor untuk mengubah sinyal biasing menjadi aliran listrik yang lebih besar (atau sebaliknya).

Ada dua jenis transistor, yaitu transistor bipolar dan unipolar. Transistor bipolar adalah jenis transistor yang paling umum digunakan. Transistor ini memiliki dua lapisan konduktif, yaitu lapisan N dan P. Arus listrik dapat dengan mudah diatur dengan menggunakan sinyal biasing pada salah satu lapisan konduktif.

Teori dasar transistor

Pada dasarnya, ada dua jenis transistor, yaitu bipolar junction transistor (BJT) dan field effect transistor (FET). Kedua jenis transistor ini memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Di bawah ini akan dijelaskan lebih rinci mengenai kedua jenis transistor tersebut. Bipolar Junction Transistor (BJT)
BJT merupakan jenis transistor yang paling sering digunakan. BJT memiliki tiga elemen aktif, yaitu emitor, basis, dan kolektor. Sifat dari masing-masing elemen aktif ini berbeda-beda, seperti contohnya emitor yang berfungsi sebagai penghantar arus listrik keluaran (output).