vidar nordli mathisen CJFvuO0kDeM unsplash
vidar nordli mathisen CJFvuO0kDeM unsplash

Nostalgia Telepon Umum Koin

Posted on

Sebelum adanya kecanggihan teknologi modern di bidang komunikasi yang memudahkan orang – orang untuk melakukan pembicaraan dengan orang – orang terdekat atau siapapun lawan bicaranya, alat komunikasi yang populer dan menjadi andalan setiap orang untuk menghubungi orang lain adalah telepon umum koin. Sesuai dengan namanya telepon umum koin, alat komunikasi ini menggunakan koin sebagai akses untuk dapat menghubungi orang – orang terdekat menggunakan telepon ini yang durasi waktunya berdasarkan jumlah koin yang Anda masukkan ke dalam telepon tersebut.

Telepon umum ini merupakan alat komunikasi umum yang bisa digunakan oleh semua orang yang ditempatkan di tempat – tempat strategis di sudut – sudut kota. Bagi masyarakat yang hidup di era 90-an, telepon umum ini memiliki kenangan nostalgia tersendiri.

Mengantri Sebelum Menggunakan

Sebelum adanya ponsel yang dimiliki oleh setiap orang saat ini, telepon umum menjadi satu – satunya alat komunikasi yang digunakan masyarakat. Karena alat ini merupakan fasilitas umum yang ditempatkan di tempat – tempat strategis atau pusat keramaian, membuat siapapun yang ingin menggunakan telepon ini mengantri terlebih dahulu sebelum menggunakannya. Tidak jarang antriannya pun mencapai belasan orang

Photo by Senad Palic on Unsplash

Tidak Sengaja Menguping Pembicaraan

Karena harus mengantri sebelum menggunakannya, kita terkadang dapat mendengar isi pembicaraan orang yang sedang menggunakan telepon umum ini sebelum kita. Saat kita menggunakannya pun terkadang timbul rasa tidak enak karena takut isi pembicaraan kita terdengar oleh orang di belakang yang ikut mengantri dan tidak enak untuk menelepon berlama – lama.

Melubangi Koin

Telepon umum koin ini menggunakan koin pecahan 50 atau 100 rupiah dengan durasi waktu tertentu tergantung dari banyaknya koin yang kita masukkan. Biasanya orang – orang akan memasukkan koin tambahan saat pembicaraan mereka belum selesai dan ingin melanjutkan, namun ada beberapa orang yang menggunakan cara curang dengan melubangi koin dan mengikatnya dengan benang atau tali agar bisa ditarik kembali setelah selesai menggunakan. Jadi, cara tersebut menjadikan mereka seolah tidak membayar koin untuk menggunakan telepon umum koin ini.